CIWANDAN – Warga Lingkungan Tegal Buntu, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengatakan aksi unjuk rasa terkait ganti rugi lahan yang mereka lakukan Kamis (9/4/2015) ini ke PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) adalah aksi yang keempat kalinya. Aksi itu terus dilakukan lantaran persoalan ganti rugi lahan seluas 1,8 hektare milik 31 Kepala Keluarga (KK) tak kunjung menemukan tindak lanjut dari pihak perusahaan.

“Kalau kesepakatan, itu sudah sering. Tapi realisasinya tidak pernah ada. Malah kita juga sempat dimediasi oleh walikota, tapi tetap perusahaan membandel,” ungkap Ubaidillah (53), salah seorang warga.

Sementara itu, Rukiah, warga lainnya menuturkan, selain menuntut ganti rugi lahan, warga juga mendesak adanya kompensasi dari pabrik gula rafinasi tersebut. “Lahan sawah kami sudah tidak bisa digarap, kami juga tiap hari dihujani debu, bau dan bunyi berisik dari perusahaan,” katanya.

Saking emosinya, Rukiah bahkan mengecap PDSU sebagai perusahaan yang paling sering mendapatkan unjuk rasa. “Tau nih perusahaan keras kepala, gak ada pengertiannya sama sekali. Wajar saja kalau PT ini (PDSU-red) sering didemo warga sama buruhnya sejak dibangun. Kami sudah empat kali, belum dari buruhnya sendiri. Mungkin sudah tidak terhitung,” ucapnya kesal.

Sementara itu, Manager HRD PT PDSU Fritz Budiawan yang dijumpai di sela aksi mengaku tidak dapat memberikan keterangan atas penilaian warga tersebut. “Saya gak bisa komentar. Karena semua keputusan ada di pimpinan,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN