Penyerahan sepatu kepada siswa SD Sadah, Kamis (7/12).

SERANG – ‘Surat Kecil Untuk Gubernur’ yang dibacakan oleh Devi Marsya, siswi kelas enam SD Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, adalah surat terbaik dari puluhan surat kecil yang ditulis oleh para siswa di sekolah yang kini selalu mendapat sorotan publik karena bangunannya rusak.

Surat-surat kecil itu, lantas dipilih oleh tim relawan dari Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Banten. Munculah, satu surat dari anak gadis cantik dan imut

“Mengapa tim relawan memilih surat karya Devi? Karena kata-katanya sederhana, menyentuh dan sesuai dengan kondisi sekolahnya,” kata Branch Manager Dompet Dhuafa Provinsi Banten Abdurrahman Usman usai membagi-bagikan sepatu pada seluruh siswa SD Sadah, Kamis (7/12).

Awalnya, tim dari DDV membuat semacam kegiatan seperti menggambar dan menulis yang terfokus untuk pendidikan para siswa. Kemudian, para relawan dari kegiatan tersebut memilih satu tulisan untuk dibacakan secara langsung di lapangan sederhana SD Sadah.

“Devi juga ternyata pandai berpuisi. Maka dipilihlah dia untuk membacakan suratnya. Pesan dari surat itu tersampaikan. Pak Gubernur datang melihat sekolahnya,” tuturnya.

Di SD Sadah, Kabupaten Serang, Komisioner KPAI Retno Listyarti turut memberi tanggapan dari viralnya sebuah video berupa ekspresi seorang siswi terhadap kondisi sekolahnya.

Retno yang saat itu mengenakan kerudung merah mengatakan viralnya video tersebut bukanlah diinisiasi oleh Devi Marsya. Melainkan oleh Dompet Dhuafa yang mengadakan lomba menulis surat. Terpilihlah Devi sebagai pemenang dan membacakannya surat itu di depan teman-temannya.

“Devi tidak punya media sosial kok. Namun, jauh sebelum viral, sebenarnya 2015, SD Sadah sudah diberitakan. Tapi, tidak seviral di 2017,” ujarnya. (Anton Sitompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN