CIWANDAN – Puluhan warga dari Lingkungan Tegal Buntu, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, kembali unjuk rasa di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), Kamis (9/4/2015). Warga mendesak pabrik gula rafinasi itu untuk segera memenuhi janjinya membayar ganti rugi lahan persawahan milik mereka yang tak bisa lagi digarap lantaran terus terendam air akibat sistem drainase yang buruk dampak dari keberadaan perusahaan.

Ubaidillah (53), salah seorang warga, mengaku pihak perusahaan kerap ingkar janji untuk mengganti rugi terhadap sekira 1,8 hektare lahan mereka. “Harapan kami, kalau bisa lahan kami dibebaskan. Jangan terus dijanjiin,” ujar pemilik lahan 1.250 meter persegi ini.

Ia menambahkan, warga merasa dilecehkan pihak perusahaan. Selain ingkar janji, kekecewaan itu juga dipicu lantaran pihak perusahaan hanya menyanggupi lahan mereka dibayar seharga Rp200 ribu per meter. “Awalnya itu kita minta ganti rugi Rp500 ribu per meter, terus setelah negosiasi jadi turun Rp300 meter. Sudah selesai disepakati, PDSU malah minta turun lagi Rp200 ribu. Ini sudah pelecehan namanya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Rahmat, koordinator warga menegaskan, warga akan menginap di depan area pintu masuk pabrik dengan mendirikan tenda sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan. “Bila perlu kami akan menginap sampai batas waktu yang tidak tentu. Tidak perlu ada keputusan, bila perlu kami nginap sampai lahan kami dibayar,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian gabungan dari Polsek Ciwandan dan Polres Cilegon. (Devi Krisna)

BAGIKAN