MERAK – Momen penurunan tarif tiket semua jenis golongan kendaraan dan penumpang pejalan kaki yang akan melakukan penyeberangan di lintasan Merak – Bakauheni terhitung mulai pukul 00.00 WIB, Sabtu (17/10/2015) dini hari tadi, tanpa disaksikan langsung oleh kalangan usaha pelayaran yang tergabung dalam DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak. Diduga, Gapasdap kurang menyambut baik atas penurunan itu karena akan berimbas pada pendapatan mereka.

“Bukannya kita ngambek, cuma kalau namanya penurunan jadi sudah pasti aman-aman sajalah,” kilah Sekretaris DPC Gapasdap Merak, Adam Hendriyono kepada radarbanten.com melalui sambungan telepon.

Kabar yang dihimpun, sebelum diberlakukan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, pembahasan penurunan tarif tiket itu pun kerap tak diikuti oleh DPC Gapasdap.

Ia mengatakan, kendati penurunan tarif tiket itu akan berdampak pada pendapatan kalangan usaha, namun hal itu dipastikan tidak cukup siginifikan, terlebih biaya belanja bahan bakar pun akan mengalami penurunan. “Kalau dikatakan dampaknya (penurunan tarif tiket), itu belum terasa. Karena kan baru satu hari diberlakukan. Yang menjadi beban kita itu, ya karena tingginya harga dollar saja. Karena itu berpengaruh pada biaya pemeliharaan kapal dan harga spare part,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Yanus Lentanga mengatakan, sebelum diberlakukan hari ini, penurunan tarif tiket itu sudah terlebih dahulu dibahas pihaknya dengan semua pihak, termasuk Gapasdap. “Kita sudah melakukan rapat dan sosialisasi, termasuk dengan Gapasdap. Cuma nggak tahu kenapa malam itu (waktu pemberlakuan penurunan tarif tiket) mereka tidak hadir,” katanya.(Devi Krisna)