CILEGON – Tak kunjung mendapatkan kompensasi, puluhan nelayan menyetop kegiatan pematangan lahan proyek HSM II milik PT Krakatau Steel, di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Selasa (17/3/2015).

Haerudin, perwakilan dari nelayan yang tergabung dalam Rukun Nelayan Tanjung Peni itu mengatakan, aksi yang mereka lakukan itu menyusul kekecewaan nelayan atas janji manis pelaksana proyek yang tak kunjung terwujud. “Lahan nelayan di sini telah dirampas dan diurug, belum lagi kerusakan jalan di lokasi ini. Kami dijanjikan akan mendapat kompensasi, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat dijumpai di lokasi aksi.

Ia menuturkan, pelaksana proyek selama ini menggunakan jasa sebuah LSM Laskar Merah Putih (LMP) Banten untuk membangun musyawarah dengan 122 nelayan yang menggantungkan hidupnya di lokasi itu. “Untuk mencari umpan di aliran air saja kami sudah tidak bisa lagi, karena lahannya sudah diurug. Dulu kami dijanjikan akan diberi kompensasi dari urugan yaitu Rp2 ribu per rate. Tapi itu tidak pernah direalisasikan,” sambungnya.

Pantauan radarbanten.com, nelayan menyetop truk pengangkut tanah urugan yang akan digunakan untuk pematangan lahan tersebut.

Sementara itu Ketua LMP Banten Sarmulia Purba yang dihubungi melalui telpon genggamnya belum dapat memberikan keterangan apapun terkait aksi itu. “Maaf, saya sedang rapat. Nanti saya hubungi balik,” katanya singkat. (Devi Krisna)

BAGIKAN