KITA yang takut pada jarum suntik sepertinya bisa cukup senang dengan kabar gembira ini. Dikabarkan, metode pengobatan dengan jarum suntik nantinya akan diganti dengan sebuah teknologi microneedle (jarum mikro) yang tidak membuat sakit pasien ketika disuntik.

Teknologi tersebut akan menggunakan sebuah `patch` (plester tambalan) yang nantinya dapat menyalurkan cairan obat lewat permukaan kulit pasien. Penggunaanya juga dinilai mirip dengan menggunakan plester, nantinya patch ini hanya ditempelkan ke kulit dan ditekan sekali agar dapat melancarkan proses vaksinasi.

Metode ini justru lebih efisien dan aman dibandingkan dengan metode jarum suntik yang telah dilakukan tim medis dari dulu. Dalam pengujian metode microneedle yang baru saja dilakukan baru-baru ini, terbukti tiga subjek pasien sembuh setelah mencoba teknologi terbaru ini.

“Konsep dari teknologi microneedle ini tentunya sangatlah menarik, selain efektif tentunya metode ini sangatlah berguna bagi para pasien yang takut dengan jarum suntik ketika hendak menjalani proses pengobatan,” ucap Profesor Nakagawa, salah satu ilmuwan dari Osaka University yang tengah menjalani pengembangan microneedle, sebagaimana dikutip dari laman The Independent, Kamis (20/8/2015).

Sebelumnya, Nakagawa menjelaskan bahwa teknik microneedle ini menggunakan bahan metal. Namun, ia mengungkap bahwa penggunaan bahan tersebut rupanya tidak aman dan terlalu berisiko bagi tingkat sensitivitas kulit pasien. “Bahan tersebut tidak aman, sangat berisiko untuk melukai kulit dan dapat meninggalkan bercak luka yang sulit dihilangkan,” tambahnya.

Dalam pengembangan tahap akhir teknik microneedle ini, para ilmuwan tersebut membuat patch dari bahan silikon yang `dissolvable` (cairannya mudah larut) sehingga justru dinilai lebih bersahabat dengan kulit manusia dan tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Teknologi ini diharapkan akan mengganti metode penggunaan jarum suntik di ranah medis untuk ke depannya. Bahkan, metode ini sedang berada dalam proses pengujian lebih lanjut ke banyak pasien dan siap dipublikasikan dalam sebuah esai “Studi Klinis Terhadap Metode Pengobatan Menggunakan Patch Microneedle”. (le/rbc)