Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady berjabat tangan dengan Kades Jambangan M. Hilaludin di rumah sang kades Jumat (10/11) lalu. Foto: JawaPos.com

REMBANG – Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan itu buntut atas sikap dandim yang menampar Kades Jambangan, Sarang, M. Hilaludin di sela-sela rapat koordinasi (rakor) di Pendapa Museum Kartini pada Jumat (10/11) lalu.

Sang kades ditampar karena dianggap tidak menghormati dandim ketika sambutan. Kades Hilal tampak leyeh-leyeh ketika dandim sedang berpidato. Hal itu membuat dandim geram dan langsung memanggil dan menamparnya.

Kasus penamparan kades itu ternyata menjadi blunder. Meskipun yang bersangkutan sudah meminta maaf. Bahkan dandim juga sudah berkunjung ke rumah sang kades Jumat malamnya untuk memantapkan permintaan maaf.

Hanya saja, langkah tegas tetap diambil Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Joni Pardede sebagai atasan dandim. Danrem memilih menonaktifkan Dandim 0720/Rembang Letkol (Inf) Darmawan Setiady. Untuk sementara jabatan Dandim Rembang dipegang Pejabat Sementara (PJs) Letkol Inf Teddy Himawan yang saat ini menjabat kepala Staf Teritorial (Kasiter) Korem 073/Makutarama.

”Setelah dari hasil kroscek dan pemeriksaan, saya mengambil keputusan menonaktifkan yang bersangkutan (Dandim Rembang),” ujar Danrem kepada wartawan di ruang data Makorem, Senin (13/11), sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Danrem menjelaskan, kejadian bermula ketika sosialisasi dana desa yang diadakan Pemkab Rembang yang dihadiri Forkompinda dengan peserta ratusan kepala desa di Rembang pada Jumat (10/11). Mulai dari bupati, kapolres, dan dandim menjadi narasumber untuk memberikan pemaparan terkait dana desa yang akan digulirkan oleh pemerintah.

Dandim 0720/Rembang memperoleh giliran keempat memberi penjelasan tentang dana desa itu. Namun disaat memberi penjelasan, Dandim merasa tidak nyaman karena Kades Jambangan M. Hilaludin yang kurang memperhatikan. ”Kemudian Dandim melakukan perbuatan tidak terpuji itu,” ujarnya.

Mendapat informasi peristiwa itu, Danrem langsung kroscek ke lokasi untuk menggali dari Forkompinda. ”Saya juga perintahkan Dandim Rembang untuk mengikuti pemeriksaan di Kodam,” imbuh Danrem.

BACA JUGA : Dandim Tampar Kades pada Rapat Dana Desa

Dari hasil pemeriksaan dan kroscek itu, lanjut dia, disimpulkan kejadian itu tidak pantas dilakukan oleh seorang prajurit. ”Sehingga kami mengambil sikap menonaktifkan Dandim 0720/Rembang. Untuk sementara jabatan dipegang Pejabat Sementara (PJs) Letkol Teddy,” imbuhnya.

Selain menonaktifkan dandim, Danrem juga mengevaluasi kinerja Letkol Inf Darmawan Setiyady dan mengarahkannya kepada Pangdam IV/Diponegoro untuk pemeriksaan lebih lanjut. ”Kami juga meminta maaf kepada seluruh kepala desa dan masyarakat Rembang atas kejadian tersebut. Kami berharap kejadian itu tidak terulang lagi. Hubungan TNI dan masyarakat Rembang tetap terjalin dengan baik dan harmonis,” harapnya.

Usai kejadian penamparan itu, permintaan maaf dandim sebenarnya sudah tiga kali. Dua kali saat mediasi, sekali berkunjung ke rumah sang kades. Dandim berkunjung ke kediaman Kades Jambangan, Sarang, itu pada Jumat (10/11) malamnya. Dia didampingi Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dan Paguyuban Kades Rembang.

Dandim sampai di kediaman Hilal sekitar pukul 20.00. Dia ditemui langsung Hilal dan istrinya. Selama kurang lebih dua jam, dia berada di rumah Hilal. Dandim mengungkapkan pertemuan itu untuk kembali memastikan bahwa sudah tak ada masalah lagi pasca kejadian penamparan di Pendapa Museum Kartini.

Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady mengungkapkan, kunjungan ke rumah kades itu untuk menjaga silaturahmi saja. Dandim juga meminta maaf lagi ke kades dan keluarganya. ”Silaturahmi dengan kelaluarganya juga, sekaligus meminta maaf. Saya dan pak kades sudah tidak ada masalah lagi,” ucapnya.

Dia mengakui tindakannya menampar Hilal memang tak sepatutnya dilakukan. Dia mengaku tak sedang menghadapi suatu masalah sebelum atau ketika memberikan sambutan itu. Tindakannya diakui sebagai spontanitas, karena melihat Hilal tiduran ketika dia sambutan. ”Itu murni spontanitas dan tidak karena saya sedang ada masalah. Saya kalau ada masalah diselesaikan saat itu juga, tidak dibawa ke tempat lain,” ungkapnya(ks/lil/lid/top/JPR/JPG)