CILEGON – Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas mengaku tidak menemukan kendala apapun dalam mengawal proses pemberkasan parpol menuju persiapan pemilu legislatif tahun 2019 yang kini mulai berjalan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), kendati Ketua DPD II partai tersebut sedang terjerat kasus hukum

Untuk diketahui saat ini Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Cilegon terseret kasus suap perizinan dokumen amdal pembangunan mall Transmart. Iman ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan hingga saat ini masih ditahan di rutan KPK.

“Sampai dengan saat ini berjalan dengan baik, sekalipun beliau (Iman Ariyadi) tidak berada di Cilegon. Proses pemberkasan parpol dan sebagainya kita sudah berkoordinasi dengan beliau. Sampai saat ini tidak ada masalah,” katanya kepada Radar Banten Online saat dijumpai di halaman Kantor Pemkot Cilegon, Senin (13/11).

Selain berkoordinasi dengan Iman, Sutisna juga mengaku rutin berkoordinasi dengan para unsur pimpinan Partai Golkar Cilegon. “Ketua PK dan PL se-Kota Cilegon sampai dengan hari ini masih tetap konsisten dan komitmen bahwa pak Iman masih sebagai Ketua Golkar Kota Cilegon,” ucapnya.

Ia mengungkapkan Ratu Tatu Chasanah sebagai Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi Banten belum pernah menghubungi Partai Golkar Kota Cilegon untuk membicarakan Partai Golkar Cilegon. “Ketua DPD 1 juga belum pernah ketemu dengan pak Iman sampai dengan hari ini. Karena sangat tidak elok kalau umpamanya ujug-ujug tanp koordinasi dengan ketua DPD II menggantikan posisi pak Iman,” tuturnya.

Sutisna mengakui jika saat ini ia lebih sibuk mengurus Partai Golkar Cilegon jika dibandingkan saat masih adanya keberadaan Iman di Cilegon. “Karena seluruh untuk pengkordinasian dengan para ketua saya yang melakukan itu. Sampai dengan mengurus segala sesuatu yang menyangkut dengan organisasi kita bicarakan dengan wakil ketua,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)