Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Kelurahan Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak.

LEBAK – Dinas Pengendalian Penduduk Kelurahan Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak tahun ini baru mencapai 5.852 atau 27,7 persen dari target 19.978 akseptor keluarga berencana baru.

Tajudin Yamin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak, mengatakan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi tujuan pentingnya program KB agar target ini tercapai.

“Pelaksanaan program KB ini selama enam bulan, dimulai dari bulan Mei sampai Oktober. Pada bulan ini baru mencapai 27,7 persen,” ujar Tajudin saat ditemui Radar Banten Online, Jumat (11/8).

Hasil pelayanan KB-Kesehatan, lanjutnya, baru mencapai 5.852 akseptor, yaitu MOP 24 akseptor, MOW 46 akseptor, IUD 59 akseptor, Implant 991 akseptor, Suntik 3.352 akseptor, Pil 1.304 akseptor, dan yang memakai alat kontrasepsi sebanyak 76 akseptor.

“Kebanyakan orang menggunakan metode suntik untuk KB, mungkin metode suntik dirasakan sangan mudah,” tuturnya.

Tajudin mengaku program KB ini didukung oleh TNI. “Ya, ini adalah wujud nyata bhakti TNI kepada masyarakat dalam rangka mempererat kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat. Sekaligus memelihara kesinambungan kerja sama meningkatkan hasil yang telah dicapai dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai basis Ketahanan Nasional,” pungkasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).