SERANG – Setelah satu malam dihibur dengan tari jaipong, dangdut, ubrug, dan rege, pagi ini, menjelang ritual inti Seren Taun di mulai, ribuan masyarakat bercampur wisatawan dihibur dengan Tarian Lesung dan marching band juga alunan gamelan, Minggu (6/9/2015).

Pantauan di lokasi, sejak pukul enam pagi, sejumlah bapak-bapak berpakaian serba hitam dan ikat kepala sudah saling bersautan memainkan alat-alat gamelan berikut kecapi menyusun irama khas nusantara.

Musik tradisional tersebut, rupanya masih mempunyai daya magnet tinggi untuk menarik masyarakat. Pasalnya selang beberapa menit saja, area Imah Gede (rumah adat) sudah dipenuhi masyarakatdan wisatawan.

Kurang lebih setelah setengah jam alunan musik gamelan dan kecapi berirama, sejumlah “perempuan lesung” ( panggilan saya secara pribadi kepada sejumlah ibu-ibu yang berpakaian adat memainkan lesung sambil menari) membuat menit-menit menuju ritual punak seren taun meriah, dan terasa lebih Indonesia.

“Tolong fotoin saya dong fotoin saya disini (tempat perempuan lesung memainkan lesung sambil menari),” kata remaja yang belakangan diketahui dari SMA Mutiara Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Abdul Fatah, salah satu pelajar dari sekolah menengah tersebut mengaku berangkat dari Pelabuhan Ratu sejak kemarin. Dirinya bersama 80 rombongan lainnya datang ke area ritual Seren Taun di Cisungsang pukul setengah enam pagi tadi.

“Baru pertama kali ini saya datang dan lihat Seren Taun, acaranya menarik, adatnya kerasa lebih kental, ” kata Fatah.

Pelajar lainnya Syaiful Karim mengungkapkan hal yang sama denan Fatah. Karim mengaku belum pernah melihat acara seperti ini di daerahnya. “Kita kesini sekalian studi banding katanya.

Setelah puas dihibur oleh dua kesenian tradisional, ribuan masyarakat dan wiasatawan dihibur oleh drum band dari SMP I Cibeber dengan kolaburasi kostum berwarna merah muda putih dan merah putih. (Bayu)

BAGIKAN