Tasikardi

SERANG – Pengelolaan situ Tasikardi akan beralih dari Pemerintah Kabupaten Serang ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tempat situ tersebut berada. Namun pengelolaan tersebut dengan catatan didampingi dan dibina oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang  sebelum diserahkan sepenuhnya oleh BUMDes setempat.

Untuk menarik wisatawan, Situ Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang harus direvitalisasi terlebih dahulu. Agar pengunjung lebih tertarik dan merasa nyaman berwisata di Situ bekas peninggalan Kesultanan Banten tersebut.

Menyadari hal tersebut, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang terus berupaya melakukan pembenahan Situ yang menjadi objek unggulan Pemda selain Anyer.

“Revitalisasi ini sesuai dengan anggaran dan terbatas sekali anggarannya yang dipersiapkan. Tahun ini sudah diajukan, kira-kira untuk pemagaran, pondasi dan penataan air,” ungkap Kadisporapar Tahyudin, di Situ Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (9/8).

Ia berencana untuk lakukan penambahan fasilitas yang ada di Situ Tasikardi. Ia menambah fasilitas yang ada. “Ini juga diperbaiki (menunjuk air di situ tasikardi-red), terus melihatnya ke bawah airnya ijo, ini kan ngga enak dilihatnya,” paparnya.

Ketika disoal tentang Pendapat Asli Daerah (PAD), Situ Tasikardi memeroleh Rp 65 juta per tahun, namun untuk tahun ini belum tercapai, hanya mencapai 60 persen. Ia optimis bisa mendapatkan target layaknya tahun sebelumnya.

“Sebenarnya aset Situ Tasikardi masih milik Provinsi, namun belum diserahkan saja. Dan belum ada jawaban untuk dipegang Pemkab. Kalau pun tidak diserahkan asetnya, sementara diserahkan ijinnya saja. Bagusnya diserahkan saja pada Kabupaten-Kota supaya pengelolaannya tidak tanggung, kalau sudah milik sendiri jelas berbeda,” paparnya.

Ia menceritakan secara singkat sejarah Situ Tasikardi ini, sebagai sumber air untuk keraton. Dimana, pengindelan abang, kuning, biru dan putih sebagai tempat mengalirnya air. Selain itu, jelas dia, ada tempat pemandian kaputrian. Sehingga, penataannya merevitalisasinya pun tidak boleh terlepas dari sejarah masa lampau yang harus dipertahankan.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Jopi Triananda Hasdjim mendukung Situ Tasikardi menjadi objek wisata populer. Ia akan memromosikan wisata di salah satu daerah seperti Situ Tasikardi dengan menggandeng anak-anak muda untuk membuat video dan dinggah melalui Youtube.

“Situ Tasikardi ini sangat bagus menjadi wisata dan ke depan bisa menjadi tempat wisata seperti di Bali. Ada sawah luas di sekitar situ, ini menjadi nilai jual untuk menarik wisatawan,” paparnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).