JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) punya penilaian sendiri terhadap tayangan Ramadan di stasiun-stasiun televisi. Meski penilaian tahun ini lebih berkualitas, namun masih ada yang mengganjal.

Berdasarkan tayangan TV dan siaran radio selama bulan Ramadan, MUI memberikan catatan khusus untuk tayangan di TVRI dari seluruh media elektronik.

Paparan pemantauan tayangan TV dan radio selama bulan puasa itu disampaikan langsung Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin di kantornya, Selasa (15/6). “Yang kita pantau tayangan menjelang buka puasa dan sahur,” kata Ma’ruf sebagaimana diberitakan Jawa Pos.

Menurutnya, tayangan di jam-jam itu mememiliki tingkat rating penonton cukup tinggi. Tayangan-tayangan dakwah yang dikemas dengan hiburan, kualiatsnya lebih baik. Rekapitulasi resminya nanti setelah puasa berjalan 15 hari. Kemudian rekapitulasi penuh selama bulan puasa, kita keluarkan setelah lebaran.

Ma’ruf mengatakan satu-satunya permasalahan tayangan bulan puasa yang muncul sampai saat ini adalah tayangan sahur di TVRI. Tayangan itu berjudul Ramadhan Syahrut Taubat pada 11 Juni pukul 03.00 WIB.

’’Ada busana yang memuat simbol Nasrani (salib, red),’’ kata Ma’ruf.

Munculnya simbol itu lantas menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang merasa resah akibat tayangan itu.

MUI pun langsung bersikap. Ma’ruf langsung meminta penjelasan dari TVRI.

Pihaknya juga sudah melayangkan teguran kepada TVRI dan melaporkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Dia ingin TVRI ke depan lebih hati-hati dan jangan sampai mengulangi konten tayangan yang memicu keresahan publik. (JPG)

BAGIKAN