Terkait CSR, PT KOS di Cilegon Didemo Massa

CILEGON – PT Krakatau Osaka Steel (KOS) didemo masyarakat Kota Cilegon, Rabu (11/10). Akses masuk menuju gerbang utama ditutup oleh barisan massa yang diiringi oleh atraksi pencak silat. Puluhan personel polisi tampak berjejer membentuk pagar betis agar massa tidak dapat merangsek masuk.

Ketua Pergerakan Pejuang Masyarakat Cilegon (PPMC) Mulyadi Sanusi mengatakan aksi yang berlangsung lantaran PT KOS dinilai masyarakat tidak memberikan CSR (Corporate Social Responsibility) dengan memanfaatkan hasil limbah produksi.

“Masyarakat menuntut keadilan kepada Osaka. Keinginan masyarakat, meminta sisa hasil produksi yang dihasilkan Osaka dijadikan atau dikonfersi menjadi CSR,” ujarnya.

Ia menyebut sisa hasil produksi tersebut salah satunya scrap. “Masyarakat memandang ada sisa hasil produk yang dimanfaatkan oleh asing yang diberikan kepada PT JIL Korea. Seharusnya limbah itu untuk kepentingan masyarakat Rawa Arum,” katanya.

Mulyadi mengancam akan terus menggulirkan aksi-aksi susulan jika PT KOS tidak mengindahkan tuntutan aksi. “Semenjak (perusahaan) berdiri, masyarakat terdekat hanya diberikan tulang-tulangnya. Jika ada yang mengaku sudah diakomodir oleh perusahaan itu hanya oknum saja, kepentingan pribadi bukan masyarakat. Satu bulan kita akan terus aksi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Petaka (Pengawas Tenaga Kerja Asing) menyebutkan satu persatu lembaga yang terlibat dalam unjuk rasa ini. Diantaranya Hipra (Himpunan Pengusaha Rawa Arum), Karang Taruna Rawa Arum, Organisasi Pemuda Kruwuk, Pengawas Tenaga Kerja Asing (Petaka) dan PPMC. “Ada 200 orang yang turun aksi untuk menyikapi ini, karena sebelumnya kita sudah melayangkan surat tapi tidak digubris oleh Osaka,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)