SERANG – Direktorat Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Banten telah melayangkan surat kepada Dirjen Aplikasi Kementrian Komuniaksi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk meminta bantuan tenaga ahli telematika. Hal ini dilakukan untuk membongkar dugaan kasus pencemaran nama baik Sekda Banten melalui pengunggahan video yang berjudul “Sekda Banten Ajak masyarakat Rampok APBD Banten” di Youtube pada 5 April 2015 lalu dengan menggunakan nama akun Nur Aini.

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Nurullah menjelaskan, pihaknya belum menentukan tersangka dalam kasus ini. “Pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Tinggal kita buktikan (keaslian) video tersebut. Kalau terbukti maka kita akan tentukan tersangka dan memberlakukan undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” jelasnya saat dihubungi melalui telpon seluler, Selasa (12/5/2015).

Meski sudah melayangkan surat kepada Kemenkominfo, ia belum bisa memastikan siapa ahli yang akan diterjunkan kementrian untuk menangani kasus tersebut. “Bisa Roy Suryo atau bisa jadi yang lain. Tergantung dari Dirjen menunjuk siapa yang akan menangani kasus ini,” terangnya.

Jika surat tersebut sudah mendapatkan persetujuan Dirjen, lanjut Nurullah, maka ahli akan melaksanakan tugasnya mengurai video berdurasi 45 detik tersebut. “Kita bisa kirim videonya atau ahlinya yang akan didatangkan ke Polda Banten,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Banten akan mendatangkan ahli telematika untuk mengungkap siapa pengunggah video berjudul ‘Sekda Banten Ajak masyarakat Rampok APBD’ yang jadi polemik di masyarakat. Pihak Polda Banten perlu memastikan apakah video itu bentuk rekayasa atau memang benar ada pertemuan yang memobilisasi masyarakat untuk melakukan kejahatan.

Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu bahwa video tersebut bukan hasil rekayasa. (Wahyudin)

BAGIKAN