CILEGON – Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Cilegon terkait dengan protes warga kompleks perumahan Bumi Panggungrawi Indah (BPI) yang menyesalkan tidak adanya sosialiasi perihal pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di lingkungan mereka.

Area Head PT PGN Cilegon, Eva Amelia yang dikonfimasi melalui telepon genggamnya bahkan menuturkan dirinya tidak mengetahui persoalan teknis menyangkut pemasangan pipa gas yang menjadi program Pemerintah Pusat itu. “(Pemasangan pipa gas) Itu ada bagian sendiri, yaitu dari konstruksi yang menangani project, nanti mereka yang akan menginfokan. Kami hanya menerima hasilnya saja, ketika project sudah selesai,” ujarnya kepada awak media, Rabu (7/10/2015) petang.

http://www.radarbanten.com/read/berita/10/34660/Galian-Pipa-Gas-Milik-PGN-Diprotes-Warga.html

Ia memaparkan, kapasitas pihaknya terkait dengan pemasangan jaringan pipa gas itu hanya sebatas kajian atas potensi pasar Rumah Tangga Sasaran (RTS), yang dapat dibidik sebagai konsumen. “Tugas kami, hanya sebatas ketika ada wilayah dan potensi pasar, maka akan disampaikan ke PT PGN Pusat. Dan untuk urusan kontruksi, itu kita serahkan ke Pusat,” jelasnya.

Pada bagian lain, tidak adanya sosialisasi atas aktivitas PT PGN itu di lingkungan perumahan warga, mengundang perhatian DPRD Kota Cilegon. Anggota Fraksi PKS DPRD Cilegon, Qoidatul Sitta yang dikonfirmasi mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan pemanggilan kepada PT PGN Area Cilegon untuk memberikan klarifikasi.

“Memang benar, ini beberapa warga sudah mengadu keluhan itu langsung kepada saya. Banyak yang mengeluhkan kalau sosialisasi tentang instalasi pipa gas yang dimaksud itu tidak tersosialisasi semuanya. Untuk itu, kita tindak lanjuti dan memanggil PGN dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Cilegon ini menyesalkan atas sikap PT PGN yang dinilai tidak melakukan sosialisasi itu secara maksimal kepada kalangan warga.

“Warga banyak merasa khawatir karena belum tahu informasi dan manfaat pemasangan pipa itu. Kemudian ada rasa ketakutan kalau pipa itu meledak, dan sebagainya. Ada juga yang menyampaikan setelah pemasangan pipa itu malah tidak langsung di tutup galiannya kemudian timbul berdebu,” tandasnya.

Ini semua harus jelas, lanjut dia, dan PGN harus mengklarifikasi semua ini. “Kita sepenuhnya dukung untuk program dari Pemerintah Pusat ini, hanya saja tinggal di benahi saja sosialisasinya dan pekerjaan di lapangannya,” kata Qoidatul. (Devi Krisna)