SERANG – Sebanyak enam orang suporter Cilegon United terpaksa harus mendapatkan penanganan medis setelah menerobos paksa masuk lapangan seusai pertandingan sepak bola antara Perserang melawan Cilegon United di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Senin (24/8/2015).

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupatn Serang Baruna Apriadi mengatakan, dari keenam korban, empat di antaranya perempuan. Menurutnya, luka yang dialami korban secara garis besar dua macam, yaitu luka fisik dan gangguan pernafasan. “Mungkin karena shock dan terdorong-dorong superter lainnya,” kata Baruna.

Baruna menambahkan, salah satu dari korban ada yang mengamali luka serius di bagian kaki, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Drajat Prawiranegara. “Kakinya alami patah tulang, luka itu karena jatuh dari pagar pembatas tribun penonton saat menerobos masuk,” kata Baruna.

Sisanya, tambah Baruna berhasil ditangani tim medis dengan pertolongan pertama. “Kami berharap tidak ada korban lain,” ujar Baruna.

Pantauan radarbanten.com dilokasi, suasana mulai tidak kondusif ketika Cilegon Unite berhasil merubah kedudukan dari 1-1 menjadi 2-1 untuk kemenangan Cilegon United. Kedua suporter nampak ricuh dengan membakar kembang api sehingga stadion dipenuhi asap.

Sesaat wasit meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan suporter Cilegon United pun merangsek masuk lapangan sehingga jatuh korban. (Bayu)