JAKARTA – Partai Demokrat akan menggelar Kongres pada Mei 2015 mendatang. Namun, dinamika di internal partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono tersebut masih adem-adem saja. Perhatian publik juga kurang.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, menilai ada beberapa hal yang membuat Kongres Demokrat tidak menarik dan sepi-sepi saja.

Pertama, terkait dengan wacana akan majunya kembali SBY sebagai calon ketua umum. Dan tentu saja, bisa dipastikan SBY akan kembali menang bila memang maju.

“Hal menarik dari kongres partai itu ya persaingan memperebutkan kursi ketua umum. Kalau SBY maju lagi, ya menjadi tak menarik. SBY menjadi faktor mengapa Demokrat tak menarik lagi dan sepi-sepi saja,” kata Asep kepada RMOL (grup JPNN), Senin (9/3).

Hal kedua yang membuat Kongres Demokrat tak menarik, lanjut Asep, adalah masih terkait dengan hal pertama. Dinamika dan sikap politik pasca Kongres menjadi salah satu magnet perhatian publik. Misalnya terkait dengan sikap apakah akan berkoalisi atau beroposisi.

Nah, karena SBY akan tetap jadi ketua umum, maka sikap Demokrat sudah bisa tebak, yaitu sebagai partai penyeimbang.

“Ketiga, saat ini juga tidak ada suara kader Demokrat yang bicara lantang terkait dengan isu-isu terkini, seperti pemberantasan korupsi. Kader Demokrat banyak yang bungkam,” demikian Asep. (ysa/RMOL/sam/jpnn)

BAGIKAN