Tim PON Sepak Takraw Lakukan Persiapan Tryout ke Sumbar

sepak takraw
Atlet sepak takraw Banten menjalani Pelatda PON di GOR PPLP Banten, Drangong, Kota Serang, Selasa (14/6). (Foto: Andre AP)

SERANG – Tim pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) PON cabor sepak takraw Banten tengah melakukan persiapan khusus jelang tampil di Kejuaraan Sepak Takraw Sumatera Barat (Sumbar) Open 2016. Ajang yang akan berlangsung pada akhir Juli nanti hanya dijadikan Pengprov PSTI Banten sebagai tryout jelang tampil di PON XIX Jawa Barat 2016.

Kepala Pelatih Sepak Takraw PON Banten Muchlis Ali mengatakan, Kejuaraan Sepak Takraw Sumbar Open 2016 merupakan event yang tepat untuk mengukur kesiapan atlet. “Semua tim PON ambil bagian di Sumbar nanti. Tidak hanya tim lokal, beberapa tim luar negeri juga akan tampil seperti malaysia, Brunai Darussalam, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Ini kesempatan emas untuk kita melihat kesiapan atlet,” kata Muchlis kepada Radar Banten di GOR PPLP Banten, Drangong, Selasa (15/6) sore.

Muchlis menambahkan, sama seperti ketika Dayu Syarmento cs tampil di kejuaraan Kapolda Kepri Cup beberapa waktu lalu, ajang Sumbar Cup juga tidak memiliki target khusus. “Target kami evaluasi saja. Kami akan melakukan evaluasi total jelang berlaga di PON. Meski ada peluang, kami tidak akan memaksa atlet. Kami hanya ingin menambah jam terbang serta pengalaman bertanding atlet,” imbuhnya.

Selama Ramadan, volume latihan otomatis berubah mengingat kondisi semua atlet tengah menjalani ibadah puasa. “Kami hanya latihan sekali sehari, yakni setiap sore. Durasi waktu berlatih berkurang satu jam yang biasanya berlangsung 2 jam 30 menit, sekarang hanya 1 jam 30 menit. Selama Ramadan kami lebih menekankan pematangan teknik dan taktik. Kalau fisik tetap ada, tapi sangat jauh berkurang. Sifatnya hanya menjaga kebugaran agar tetap stabil,” terang Muchlis.

Sementara itu, Manajer Sepak Takraw PON Banten Arvid Kardinan menyatakan, meski tanpa target khusus namun ia tetap yakin tim beregu Banten bisa menembus babak semifinal. “Peluang tetap ada, tapi kami serahkan kepada atlet. Tujuan utama kami adalah evaluasi. Kami sudah belajar banyak dari tryout di Malaysia dan Kapolda Kepri Cup beberapa waktu lalu dan kami akan mencoba memeragakannya di kejuaraan ini,” ucapnya.

Terutama yang menjadi titik fokus penilaian tim pelatih di kejuaraan nanti adalah taktik bertahan. “Selama ini kan pertahanan yang dinilai tim pelatih masih kurang maksimal. Kalau serangan sudah variatif, pertahanan yang harus dimatangkan,” tandasnya. (Andre AP/Radar Banten)