SERANG – Tokoh masyarakat Banten Nadjmudin Busro menilai pemuda harus menjadi pahlawan bagi dirinya dan lingkungannya. Menurutnya, tantangan pemuda saat ini sudah berbeda dengan para pemuda dulu.

Menurutnya, dalam mengisi kemerdekaan saat ini, pemuda harus mampu berinovasi membangun dan menjaga NKRI. Dalam membangun semangat kepahlawanan, mulai saat ini pemuda harus bangga dan mengenal para pahlawan dulu.

“Bangsa Indonesia akan besar jika para pemudanya punya rasa nasionalisme yang besar dalam memaknai jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Yang terpenting kita jangan membanggakan bangsa lain, kita harus bangga dengan bangsa sendiri. Kita harus cinta dengan para pahlawan-pahlawan bangsa kita yang telah gugur,” ujar Nadjmudin Busro saat menjadi pembicara di seminar hari pahlawan dengan tema semangat kepahlawanan untuk membangun negeri yang digelar Forum Mahasiswa Cinta Tanah Air (Forwacita) Kabupaten Serang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa (14/11).

Untuk itu, ia mengingatkan agar para pemuda untuk semangat menanamkan jiwa nasionalisme pada pemuda jaman sekarang. Ia berpesan agar pemuda Banten harus lebih mengenal pahlawan daerah seperti Syafrudin Prawiranegara. Menurutnya Syafrudin mempunyai peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba) Banten Adam Ma’rifat mengatakan, pemuda harus memiliki sikap rela berkorban dan juga sikap lebih berani.

Menurutnya, pemuda saat ini harus lebih berkarakter dan punya nilai manfaat bagi banyak orang. Pemuda saat ini harus lebih kuat dari pemuda jaman dulu.

Sementara itu, ketua pelaksna seminar M. Asep  Rahmatullah berharap diskusi ini dapat membangkitkan semangat para pemuda  untuk membangun negeri terutama para pemuda daerah bisa berkontribusi aktif mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.
“Mari kita semua seluruh elemen masyarakat Indonesia membangun negari ini dengan semangat karya nyata yang membangun secara menyeluruh baikdi bidang keilmuan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)