Tolak Ojek Online, Tindakan Ojek Pangkalan Menjurus Anarkistis

SERANG – Pengemudi ojek pangkalan (opang) yang menolak kehadiran ojek online, aksi-aksinya menjurus kepada tindakan anarkistis. Beberapa hari lalu mereka menghalang-halangi pengemudi ojek online berusaha, merusak helm, dan mecopot jaket, hari Selasa (14/11) ini mereka membakar jaket pengemudi ojek online di Terminal Pakupatan.

Pengemudi opang nekat membakar jaket pengemudi ojek online karena melihat seorang pengojek online masih beroperasi meski sudah ada penghentian sementara oleh Pemkot Serang.

Sujai, salah seorang warga, mengungkapkan, insiden tersebut terjadi kurang lebih pukul sembilan pagi. Saat itu ada pengemudi ojek online di lokasi kejadian.
“Yang ojek itu (opang) nanyain, kenapa masih narik, kan udah dihentiin sama pemerintah,” kata Sujai di Pakupatan, Selasa (14/11).

Setelah ada adu mulut, lanjut dia, seseorang yang diduga salah satu opang meminta pengemudi ojek online tersebut membuka jaket dan membakarnya.
“Habis itu mah udah bubar,” katanya.

Kemarin Pemkot Serang memutuskan untuk melakukan penghentian sementara ojek online. Keputusan itu diambil untuk menjaga keamanan dan kondisivitas daerah. Penghentian itu akan berakhir jika ada kesepakata antara ojek online dengan ojek pangkalan. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

BAGIKAN