Tolong, Kakek Sebatang Kara di Kragilan Ini Tinggal di Rumah Tak Layak

Misja bin Salman

SERANG – Lagi, rumah tidak layak huni (RTLH/rutilahu) ditemukan di Kabupaten Serang. Rumah milik Misja bin Salman (67), di Kampung Pabuaran, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Rumah yang dihuni Misja sejak puluhan tahun ini masih berbilik bambu dan beratap welit (daun tebu). Ubinnya pun masih beralaskan tanah.

Bila hujan, rumah berukuran 5 x 6 meter ini selalu kebocoran. Terpaksa, Misja yang tinggal sendirian itu menadah air hujan dengan baskom di atas ubin.

“Kalau hujan kebocoran terus. Pernah diganti welitnya, masih bocor aja,” ujarnya saat ditemui Radar Banten Online, Rabu (11/10).

Bila dilihat kasat mata, rumah itu sangat kumuh dan tidak layak huni. Ruangannya gelap, meski siang hari, lantaran tak ada jendela laiknya rumah biasa. Tak ada lampu pijar di rumah Misja, karena ia tak memiliki sambungan listrik.

Untuk makan, pria yang ditinggal istrinya karena tak sanggup hidup miskin itu, mengandalkan tungku untuk memasak. Berpuluh-puluh tahun menjadi tukang bersih-bersih tempat pemakaman umum (TPU), sama sekali tak ada yang memberinya gaji. Kadang-kadang, di jalan, ia diberi beberapa lembar uang dari warga yang kebetulan lewat, juga diberi gula dan kopi.

“Gitu lah, namanya orang enggak punya, keadaan begini,” tuturnya.

Selain menghabiskan waktu di TPU, Misja pun berjualan kacang tanah. “Sesambilan aja. Jualan kacang mah, jarang yang beli,” katanya.

Pantauan Radar Banten Online, terlihat baju-baju ditumpuk di dalam koper. Tersekat bilik, tempat tidur Misja sangat kotor. Semua ruangan dan barang-barang miliknya terlihat kumal dan kusam. Sekarung kacang tanah yang akan dijual tergeletak dekat amben dimana Misja makan. Sebagian dinding, ada yang hanya dilapisi terpal bukan bilik. Pintu rumahnya pun sudah reot hampir copot. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)