Kartu e-tol.

TANGERANG Menjelang penerapan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) bagi seluruh pengguna jalan tol pada 31 Oktober mendatang, PT Marga Mandalasakti (MMS), pengelola Tol Tangerang-Merak gencar melakukan sosialisasi.

MMS mengklaim keberhasilan sosialisasi yang sudah dilakukan sejak 1 Oktober lalu mencapai angka sekitar 66.11 persen untuk pengguna jalan Tol Tangerang-Merak yang menggunakan uang elektronik.

Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandalasakti Ega N. Boga mengatakan, selama sosialisasi pihaknya telah memperketat pengguna jalan untuk bertransaksi nontunai di ruas Tol Tangerang-Merak. ”Kami bersyukur pencapaian angka tersebut, dan berharap bisa mencapai angka 100 persen dalam penggunaan uang elektronik (e-toll),” kata Ega, Senin (9/10).

Ditambahkan, untuk mencapai 100 persen transaksi nontunai di jalan Tol Tangerang-Merak, belum lama ini juga kembali menggelar sosialisasi dan edukasi uang elektronik bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 43 arah Merak.

”Dalam sosialisasi itu, kami mengajak Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti Mandiri, BNI, BRI, BTN dan Bank Swasta BCA Wilayah Banten berpartisipasi. Jadi kita libatkan semua yang terlibat untuk menyatukan dan menyukseskan program pemerintah ini,” tambahnya.

Kepala Divisi Hukum dan Humas Indah Permanasari mengungkapkan, melengkapi layanan transaksi uang elektronik di Tol Tangerang-Merak, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak menerapkan mekanisme baru dimana semua uang elektronik dapat berfungsi sebagai kartu tanda masuk (KTM).

Transaksi dapat dilakukan di semua gardu yang tersedia di sepanjang Tol Tangerang-Merak. ”Sejak 1 Oktober lalu kartu Flazz BCA sudah dapat digunakan di ruas Tol Tangerang-Merak. Sehingga uang elektronik yang sudah dapat digunakan kini seperti E-Money, E-Toll (Bank Mandiri), TapCash (BNI), Brizzi (BRI) dan Blink (BTN) dan Flazz (BCA),” ungkapnya.

Indah menambahkan, sebagai bentuk dukungan dalam program elektronifikasi tol, PT MMS melaksanakan berbagai strategi komunikasi yang dibagi ke dalam Above dan Below The Line. Salah satunya lewat edukasi dan sosialisasi mengenai uang elektronik yang konsisten dilakukan hingga pemberlakuan serempak, baik dengan kegiatan menyapa langsung pengguna jalan, atau melalui kunjungan kepada instansi perusahanan yang merupakan commuter Tol Tangerang-Merak, perusahaan otorisasi bus dan ekspedisi untuk memberikan sosialisasi program pemerintah ini.

”Kami juga memasang spanduk informasi di sejumlah titik lokasi di sepanjang Tol Tangerang-Merak, baik di jembatan penyeberangan orang (JPO) maupun gerbang tol. Juga pada 11 (sebelas) unit Variable Message Signs (VMS) dan Full Color LED yang terpasang pada jalur utama di sepanjang tol dan akses Tol Tangerang-Merak”, jelas Indah.

Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur, menjelaskan bahwa penetapan sistem nontunai sudah siap dilaksanakan pada 31 Oktober mendatang. ”Kami saat ini terus melakukan persiapan untuk memberlakukan transaksi nontunai pada semua ruas tol milik Jasa Marga. Hingga awal Oktober ini persiapan sudah sampai 90 persen, dan mulai sepenuhnya berjalan pada 31 Oktober nanti,” ujar Subakti.

Menurut Subakti, jumlah gerbang tol induk nontunai Jasa Marga baru tersedia 58,48 persen dan akan dikejar menuju 100 persen hingga 31 Oktober  mendatang. Sedangkan gerbang tol nontunai Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) masih 64,98 persen menuju 100% nontunai pada periode yang sama.

Sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan GNNT di seluruh jalan tol di Indonesia pada Oktober 2017. Elektronifikasi tol ini dilandasi oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M/2017, tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol. (ADE M/RBG)

BAGIKAN