JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT), perusahaan operator telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki Ooredoo group (Qatar), mengalami rugi bersih hampir Rp 455,6 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.

Risalah keuangan ISAT periode triwulan I 2015 tercatat total pendapatan sebesar Rp 6,093 triliun atau naik 5,5 persen dibandingkan Rp 5,773 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Kontributor utama masih pendapatan seluler sebesar Rp 4,902 triliun dan sisanya dari non seluler sebesar Rp 1,122 triliun.

Namun beban juga meningkat sebesar 16,7 persen menjadi Rp 5,591 triliun dibandingkan Rp 4,789 triliun pada triwulan pertama 2014. ISAT dilanda tingginya beban terutama akibat peningkatan beban jasa telekomunikasi, beban penyusutan dan amortisasi, beban karyawan, beban pemasaran, serta beban administrasi dan umum.

Akibatnya laba usaha turun 49 persen menjadi Rp 501,9 miliar dibandingkan Rp 983,5 miliar. Ditambah lagi adanya beban bersih lain-lain tercatat sebesar Rp 1,052 triliun padahal pada triwulan I 2014 didapat pendapatan bersih lain-lain sebesar Rp 6,2 miliar.

Perusahaan identik dengan warna kuning itu juga mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp 717,6 miliar sementara pada periode sama tahun lalu tercatat laba dari selisih kurs sebesar Rp 805,7 miliar.

Akhirnya, pada tiga bulan pertama tahun ini ISAT menderita rugi bersih hampir setengah triliun yaitu sebesar Rp 455,6 miliar atau turun 157,2 persen dibandingkan laba bersih Rp 796,8 miliar pada triwulan I 2014. Total utang perseroan tercatat sebesar Rp 23,207 triliun pada periode ini atau turun tipis 0,3 persen dibandingkan Rp 23,269 triliun total utang pada triwulan I tahun lalu.

Presiden Direktur dan CEO ISAT, Alexander Rusli, mengatakan hasil kinerja triwulan I tahun ini menunjukkan konsistensi perseroan untuk terus meningkatkan pendapatan. “Triwulan ini merupakan triwulan ketiga secara berturut-turut dimana kami berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan yang menggembirakan,” akunya, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Pertumbuhan pendapatan, kata dia, disebabkan peningkatan kualitas jaringan yang telah diupayakan bertumbuh selama 2 tahun ini. “Hasil dari triwulan ini menjadi pembuka yang baik di tahun 2015 dan kami optimistis bahwa pertumbuhan kinerja akan berkelanjutan di sepanjang tahun walau pun kami juga melihat adanya tantangan dari pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang tengah melambat,” pikirnya.

Pelanggan ISAT pada periode ini meningkat sebanyak 6,8 juta menjadi 66,5 juta pelanggan dibandingkan 59,7 juta pelanggan pada periode sama tahun lalu. Dibandingkan akhir tahun lalu, terjadi peningkatan sebanyak 5,3 juta pelanggan.(gen/tia/JPNN)

BAGIKAN