Ada-ada saja kelakuan dua anak gadis ini. Suasana masjid yang semula hening berubah riuh setelah dua remaja putri usai belajar mengaji terlibat adu jotos. Ananda (12) tak menyangka sebutan santun untuk Rahayu (13) dengan panggilan kakak berbalas pukulan. Akibatnya, Ananda mengalami luka robek pada bibir bawah dan giginya copot.

Tak terima dipukul, emosi Ananda tersulut. Dia balas memukul Rahayu. Balasan Ananda telak. Rahayu mengalami lebam pada bagian kepala dan punggung. Keduanya saling pukul satu sama lain. Kini masalah tersebut ditangani Polsek Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah dilaporkan Suharni, ibu kandung Ananda.

Kasi Humas Polsek Wundulako, Bripka Riswandi mengungkapkan kejadian tersebut bermula saat Ananda dan Rahayu sedang berada di dalam masjid Lamekongga untuk belajar mengaji. Seusai belajar mengaji, Ananda memanggil-manggil Rahayu dengan sebutan kakak secara berulang-ulang.

“Ananda memanggil Rahayu dengan berkata “Ayomi kakak”. Perkataan tersebut diulang-ulangi oleh Ananda sehingga Rahayu tersinggung dan memukul Ananda menggunakan rekal (meja kecil yang dapat dilipat untuk mengaji) yang terbuat dari kayu sebanyak satu kali di bagian mulut,” ujar Bripka Riswandi di ruang kerjanya, Jumat (15/9) sebagaimana dilansir dari Kendari Pos (Jawa Pos Group).

Setelah kejadian itu, Ananda pulang dan menceritakan penganiayaan yang dialaminya kepada ibu kandungnya, Suharni dan dua orang kakaknya, Asri dan Abi. Tak terima dengan perlakukan Rahayu kepada putrinya, Suharni bersama dua anaknya kembali ke lokasi dan langsung memukul Rahayu secara bersama-sama dengan tangan kosong.

“Kami belum melakukan penahanan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan keduanya saling lapor. Jadi laporan polisinya ada dua yakni laporan Suharni dan Rahayu,” ungkap Bripka Riswandi.

(sad/jpg/JPC)

BAGIKAN