CILEGON – Dinas Tata Kota Cilegon meminta Walikota Cilegon untuk membuat pagar betis sebagai batasan di trotoar demi mencegah adanya pedagang. Masalahnya, sebagian besar trotoar yang ada di sepanjang jalan protokol di Kota Cilegon, dikuasai oleh para pedagang.

Akhirnya, trotoar yang awalnya difungsikan bagi pejalan kaki, kini berubah fungsi dan menjadi penyebab terjadinya kemacetan.

Kepala Dinas Tata Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi. Namun, hingga saat ini, usulan tersebut tidak kunjung dijawab. “Diharapkan dengan adanya pagar betis para pedagang tidak lagi berjualan di trotoar,” ujar Aziz, di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2015).

Dijelaskan Aziz, ada pun masa jabatan Walikota yang akan habis menjadi alasan tidak adanya balasan tersebut. “Kalau sekarang belum sempat dapat jawaban dari Walikota, semoga Plt Walikota yang akan datang bisa menyetujuinya. Agar upaya untuk menertibkan trotoar tercapai,” sambung dia.

Lebih lanjut, Aziz menuturkan, kepadatan pedagang yang memenuhi trotoar meningkat saat sore menjelang berbuka puasa dan menjelang lebaran. “Peningkatannya melonjak dan dapat menyebabakan kemacetan panjang di jalan-jalan protokol,” ungkapnya.

Aziz menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishu) dan Satuan Polisi Paraja (Satpol PP) untuk menertibkan pedagang yang memaksa berjualan di trotoar. “Masalah ini harus di tangani dengan serius, agar keindahan dan kenyamanan kota dapat terwujud,” ucap Aziz. (Rahmatullah)