Net. PDI P

SERANG – Setelah menetapkan dukungan kepada dua kader partai Golkar untuk pilkada Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, PDI-P dinilai sebagai partai yang tidak mampu menawarkan pemimpin baru dalam kompetisi politik daerah. Hal ini diungkapkan akademisi Untirta, Ail Muldi.

“Partai politik sebagai mesin pencetak pemimpin, khususnya PDI-P saya kira akan berani menawarkan pemimpin baru dan alternatif dalam kejumudan stok calon pemimpin di Cilegon dan Serang, tetapi ternyata PDI-P malah lebih memilih mengikuti arus,” kata Ail kepada radarbanten.com, kemarin (4/7/2015).

Dosen Ilmu Komunikasi Untirta ini, mengatakan tidak kaget bila calon kepala daerah di Cilegon dan Serang cenderung tunggal, ini karena calon petahana memborong partai. “Lalu apa fungsi partai politik bila demikian,” katanya.

Pria yang saat ini melanjutkan studi doktoralnya di IPB menjelaskan, seharusnya PDI-P menjadi partai penyeimbang demokrasi tingkat daerah yang selalu menawarkan wajah pemimpin baru dan sistem rekrutmen calon kepala daerah yang lebih terbuka dan tidak berpihak kepada penguasa atau pemodal.

“Seperti di kancah nasional yang melahirkan Jokowi. Kendati demikian realitasnya sangat jauh dengan di daerah,” jelasnya.

(Fauzan Dardiri)