SERANG – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Daerah Aliran Sungai (FKMDAS) mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk memekarkan Kecamatan Cikeusal menjadi Kecamatan Cikeusal Timur. Sebab, Kecamatan Cikeusal saat ini terlalu gemuk dengan 17 desa, sehingga tuntutan pembangunan banyak yang tak terpenuhi, karena anggaran terbatas.

“Dengan jumlah desa sekarang 17 desa tidak memungkinkan cepat dibangun, terutama infrastruktur jalan. Coba kalau jumlah desanya sedikit itu dengan anggaran yang diberikan per kecamatan sama, itu lebih cepat terpenuhinya,” kata Ketua FKMDAS Ipang Kamil Sapari saat audiensi dengan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang di Ruang Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Rabu (5/4).

Proposal keinginan pemekaran itu sudah disampaikan warga ketika ada reses Ketua DPRD Kabupaten Serang Fahmi Hakim di Desa Katulisan sekitar 3 Februari kemarin. Proposal itu sudah masuk ke Asda I Sekretariat Daerah Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma dan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman.

Menurut dia, sudah ada tujuh desa di Kecamatan Cikeusal yang setuju dengan pemekaran kecamatan. Ke-7 desa itu meliputi Gandayasa, Harundang, Panosogan, Katulisan, Bantarpanjang, Dahu, dan Panyabrangan. Jumlah warga di tujuh desa itu sekitar 20 ribu jiwa.

“Ada tiga faktor kami ingin pemekaran, yaitu pemerataan infrastruktur, mensejahterakan masyarakat, dan memudahkan pelayanan masyarakat,” katanya seraya mengatakan, tuntutan ini benar-benar aspirasi masyarakat.

Terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan yang menyebutkan bahwa kecamatan dibentuk minimal oleh 10 desa, kata dia, itu bisa dipenuhi. Karena, selain tujuh desa di Kecamatan Cikeusal yang bersedia gabung, juga satu desa di Kecamatan Petir yang bersedia bergabung untuk membentuk Kecamatan Cikeusal Timur, yaitu Cirangkong. “Ada beberapa desa dari tujuh desa tadi juga yang mau dimekarkan, yaitu Gandayasa, Dahu, dan Panyarbangan sehingga nantinya akan lebih dari 10 desa,” katanya.

Senada dikatakan Bendahara FKMDAS, Sarta. Menurut dia, infrastruktur yang rusak di Kecamatan Cikeusal yang sampai saat ini belum rampung adalah Jalan Sentul-Kisarap. Bahkan tahun kemarin yang rencananya dibangun 3 kilometer, hanya dikerjakan 1 kilometer. Terus juga ada beberapa rumah warga di Kampung Kedungcinde, Desa Katulisan, yang rusak akibat abrasi yang sampai sekarang belum ada penanganan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Serang Abdul Muhyi mendukung keinginan pemekaran Kecamatan Cikeusal menjadi Cikeusal Timur asalkan tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. “Akan dikaji dulu oleh tim yang harus dibentuk oleh pemda, konon anggarannya di perubahan, seperti soal jumlah minimal desanya dan regulasinya,” ujarnya. (SUTANTO)***