CILEGON – Sebelum terjadi aksi unjuk rasa dan berujung sikap anarkis warga yang terjadi pada Rabu (2/9/2015) kemarin, protes pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Makam Balung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, ternyata sudah sempat dikeluhkan oleh warga.

M Damin, Ketua RT 04 RW 02 setempat mengatakan, penolakan atas pembangunan rusunawa itu sangat beralasan, lantaran lahan di lokasi itu hanya diperuntukkan sebagai TPU bagi warga Kavling Blok A dan B, yang menjadi korban gusuran PT Krakatau Steel tahun 1973 silam.

“Lahan itu sempat juga dijadikan sebagai sarana parkir bagi peziarah. Kami masih bisa maklum. Tapi belakangan malah mau di bangun rusunawa. Ya jelas kami tolak karena peruntukannya sesungguhnya sebagai makam,” ujarnya kepada radarbanten.com.

Pantauan wartawan pada Kamis (3/9/2015), pasca adanya insiden perusakan pagar dan gudang penyimpanan material dalam aksi unjuk rasa warga kemarin, lokasi itu tampak lengang. Tak seorangpun terlihat berada di sekitar lahan.

“Kami juga sempat pasang spanduk besar, sebagai bentuk protes kami waktu itu,” imbuhnya.

Senada dikatakan oleh Roje’i, tokoh warga lainnya. Ia mengatakan, sebelum terjadinya aksi unjuk rasa, warga bahkan sudah meminta pihak-pihak yang terlibat di lokasi untuk membongkar pagar seng yang diduga dibangun oleh pihak pelaksana pembangunan rusunawa, dalam hal ini PT Adhi Karya.

“Dulu kami meminta agar pagar itu dicabut kembali karena tidak ada pemberitahuan kepada warga. Tapi diabaikan. Bagi kami, proyek rusunawa itu terlalu dipaksakan. Jangankan untuk dibangun rusunawa, mau dibangun meskipun untuk masjid sekalipun, tidak bisa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan rusunawa menggunakan kucuran dana APBN, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).

Diduga, pemerintah pusat tidak mengetahui status lahan, hingga dana pembangunan rusunawa empat lantai itupun dianggarkan dengan nilai yang fantastis, yakni Rp17 miliar. (Devi Krisna)