SERANG – Warga meminta Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin untuk menindaklanjuti berkaitan dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Wajib Belajar Diniyah. Alasannya, sampai saat ini implementasinya belum dirasakan oleh masyarakat.

“Implementasi Perda Diniyah, sampai saat ini belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” kata Abdul Kholik, warga Cipocok Jaya, saat reses anggota DPRD Kota Serang, di Kecamatan Cipocokjaya, Kamis (17/9/2015).

Kholik menjelaskan, Perda Diniyah ini sudah lama ditetapkan namun pada praktiknya belum maksimal. “Kami meminta kejelasan dan segera mungkin, perda ini direalisasikan,” katanya.

Suminta warga lainnya, meminta kejelasan soal realisasi Perda Diniyah, karena prihatin dengan anak-anak saat ini. “Sehabis pulang sekolah SD tidak melakukan aktivitas belajar, melainkan langsung main.”Jam 1 keliling-keliling main. Wong seumuran SMA aja sekarang mah, masa baca Alqur’an belatak-beletok (tidak lancar),” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, pada 15 Juli 2010 Perda Diniyah diberlakukan. Dan pihaknya akan mendorong Peraturan Walikota (Perwal) bisa secepatnya keluar.

“Kita akan bisa mendorong, perwalnya agar segera keluar, sehingga ke depan bisa mulai diberlakukan. Perwal ini juga akan lebih detail mengacu juga terkait dengan persoalan honorer pengajar,” katanya.

Hadir pada cara reses tersebut, Ketua DPRD Kota Serang, Camat Cipocok Jaya, lurah se-Kecamatan Cipocok Jaya, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN