SERANG – Tidak terima jalannya ditutup untuk pembangunan Kampus STIE Bina Bangsa, puluhan warga RT 04/RW 03 Lingkungan Pakupatan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tidak terima dan adu mulut dengan pengelola kampus, Kamis (20/8/2015) malam.

“Seharusnya ada musyawarah dan kesepakatan, tiba-tiba jalan ditutup,” kata Pepy salah seorang warga saat ditemui wartawan.
Ia menjelaskan, penolakan warga atas penutupan jalan ini karena jalan tersebut wakaf dari warga. “Ini kan tanah wakaf milik Pak H. Muhamad Effendi (Almarhum) suratnya juga ada, jadi tidak bisa kalau mau ditutup dari depan biar ribut sekalian sama semua warga,” kata Pepy.
Gaper, Ketua Pemuda Pakupatan mengatakan, jalan yang akan ditutup tersebut merupakan akses satu-satunya menuju pondok pesanten dan ratusan rumah warga. “Ada pesantren, satu-satunya akses yang bisa masuk mobil, sedangkan banyak warga yang menggunakan akses ini,” katanya.
Gaper menjelaskan, pengelola kampus tidak pernah menemui warga untuk melakukan musyawarah terkait dengan penutupan jalan ini. “Padahal sudah dua minggu lalu warga sudah meminta pemilik yayasan ini datang namun sampai saat ini tidak mau menemui warga untuk melakukan musyawarah,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun radarbanten.com, penutupan jalan warga dilakukan pada malam hari sehingga warga serentak mendatangi lokasi tersebut lantaran tidak terima dengan penutupan. Sempat terjadi adu mulut antara pengelola yayasan dengan warga, dan kondisinya memanas. Kendati demikian karena dilerai beberapa warga dan pengelola segera meninggalkan lokasi, akhirnya tidak terjadi percekcokan yang lebih panas. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN