Warung Nasi Miliknya Tutup, Kakek Ini Malah Bisnis Judi Pakong

Judi

MAUK Di tengah kekhusyukan bulan Ramadan, Junaidi (60) masih nekat menjalankan bisnis haramnya sebagai penjual judi pakong. Ini terpaksa dilakukan kakek bercucu enam lantaran warung nasinya tutup selama bulan puasa.

Ya, mungkin memang sudah nasibnya. Warga Kampung Legok, Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, diringkus Polsek Mauk, Rabu (15/6) saat merekap angka yang akan keluar.

Petugas langsung mengamankan uang tunai sebesar Rp159.000, sebuah buku rekapan pakong beserta tiga lembar kertas dan satu unit handphone.

Kapolsek Mauk AKP Nur Rakhman mengatakan, penangkapan berawal saat polisi mendapat informasi kakek ini berjualan judi di warung dan pasar Mauk. Berbekal informasi yang di dapat, polisi melakukan penyelidikan ke lokasi.

”Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kita kemudian mendatangi lokasi untuk mengecek kebenaran informasinya sekaligus melakukan penyelidikan. Di lokasi memang benar ditemukan tersangka merekap hasil penjualan togel,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan motivasi pria uzur ini karena kebutuhan untuk menyambut hari Lebaran. ”Ngakunya sih mengejar omzet buat Lebaran,” terangnya.

Tersangka terancam dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun,” tutup Kapolsek.

Sementara, Junaidi mengakui, dalam sehari, dirinya mampu menyetor uang kepada W sebesar Rp200-Rp300 ribu yang diperoleh dari sejumlah pengecer. Diketahui, ia berperan sebagai kaki tangan langsung bandar bernama W.

”Saya baru dua minggu menjalani pekerjaan ini. Dari sini, saya dapat upah Rp20 ribuan per harinya. Mau gimana lagi ya, penghasilan saya sebagai buruh tani tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya. (Gugun/Radar Banten)