Rombongan Watimpres dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso saat meninjau harga sejumlah barang pangan di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Kamis (18/5).

SERANG – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso hari ini melakukan tinjauan langsung ke pedagang  sembako dan daging di kawasan Pasar Induk Rau Trade Center, Kota Serang, Kamis (18/5).

Sidak tersebut bertujuan untuk meninjau perkembangan dan melihat masalah yang dihadapi terkait swasembada pangan di Provinsi Banten.

Sekretaris Anggota Wantimpres Jan Darmadi‎ mengatakan, kedatangan Watimpres di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten ini untuk mengkaji dalam bidang pertanian khususnya lima komoditi yakni padi, beras, bawang merah, bawang putih dan cabai merah.

“Tim kami sudah pantau stok pangan yang ada di Banten u tuk menghadapi bulan suci ramadan,” katanya saat diwawancarai seusai sidak yang dilakukan bersama Ketua Tim Pengajian Pertanian Wantimpres,Iskandar Andi Nuhung dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso.

Dari pantauan Watimpres di Banten, menurut Ketua Tim Pengajian Pertanian Wantimpres Iskandar Andi Nuhung, masih banyak kesenjangan antara harga dan suply yang tidak seimbang. “Harga cabai, bawang, beras naik namun suplynya kurang,” katanya.

Seharusnya, lanjut Andi, jika harga mengalami kenaikan yang dikarenakan permintaan yang banyak, harus diimbangi dengan suply yang juga tersedia. “Ini kita masih mengikuti kaidah ekonomi. Jadi persoalannya adalah dari harga yang diterima konsumen itu terjangkau atau tidak. Mulai dari biaya produksi petani sampai dengan harga yang diterima oleh konsumen akhir,” jelasnya.

Kendati demikian, pemerintah harus memiliki peran penting dalam mengatasi kurangnya suply yang masuk. “Disini yang harus ditegaskan fungsi bulog yang harus turun tangan karena merupakan bagian dari sistem pemerintah,” ungkapnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)