Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina.

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten akan menjadikan wilayah Banten bagian utara seperti Kabupaten Serang, Cilegon, dan  wilayah Tangerang sebagai wilayah industri. Wilayah-wilayah seperti Mauk, Tirtayasa, Pontang, dan beberapa wilayah lainnya di selatan dinilai lebih tepat dijadikan wilayah industri.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina, Jumat (22/1/2016). Menurut Hudaya, hal tersebut disepakati setelah pihaknya melakukan rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Zonasi Pesisir dan Raperda Revisi Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Rabu lalu.

“Dari pertemuan tersebut sementara disepakati dua hal. Pertama harus dipertahankan 192 ribu hektar untuk budi daya tanaman pangan artinya sawah, kedua, karena terlihat ada wilayah yang tidak produktif dan menjadi wilayah industri, kelihatannya wilayah utara, Tangerang, Serang, Cilegon, itu dipastikan untuk kawasan industri,” kata Hudaya.

Hudaya menambahkan, perencanaan tataruang tersebut akan dikokrdinasikan lagi dengan Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional. “Problemnya sekarang perlu ada ruang-ruang  untuk aktifitas naayarakat di wilayha tersebut, ini kita perlu memasukan ruang yang baik untuk masyarskat di wilayah tersebut. Didalam ditail tata ruang nanti harus ada batasan-batas  yang tegas,” ujarnya.

Selain ruang aktivitas, hal lain yang masih menjadi perhatian dalan tataruang ini adalah Kemungkinan perkembangan industri di wilayah selatan yang selama ini menjadi wilayah fokus pertanian. Karena sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Bupati sebelumnya ada yang pernah mengajukan, namun masalahnya SKPD tekhnisnya belum proaktif. Sebetulnya, selama inpisible, setelah melalui kajian bisa, bisa saja asal tidak menggangu ruang pertanian,” katanya. (Bayu)

BAGIKAN