Potensi batu permata di Provinsi Bengkulu sangat menjanjikan. Provinsi ini diyakini bisa mengalahkan popularitas dari Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara yang menghasilkan batu bacan.

Pasalnya, pada akhir tahun 2014 ditemukan batu permata jenis baru dengan tingkat kekerasan batu mencapai 8 skala mohs dengan pengkristalan yang nyaris sempurna dan sudah diuji dilaboratorium.

Batu ini berwarna merah muda atau pink dengan serat batu jenis cendana yang memunculkan fenomena kerlip atau memantulkan sinar bila diberi pencahayaan. Dengan kata lain, batu ini sudah masuk jenis batu permata, kelasnya di atas bacan yang masih masuk jenis batu akik.

Varian batu ini baru ditemukan di wilayah pegunungan Kabupaten Lebong yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan posisi batu berada di aliran air pegunungan.


Para penggemar dan kolektor batu Bengkulu memberikan nama CIBI atau Cendana Indah Bengkulu Indonesia pada batu ini. Untuk mendapatkan hasil sempurna, pengasah batu memerlukan waktu selama 4 hingga 5 jam saat memeroses batu ini.

Sangat sulit mengasahnya, sebab kekerasannya masuk jenis batu quartz atau kuarsa. Harga jual bahan batu atau rough jenis ini dipatok sebesar Rp 20 juta per kilogram. Hasil maksimal sempurna dari satu kilo rough hanya 20 persen saja.

Taksiran harga permata ini sekitar 1 hingga 2 juta rupiah setiap karat batu atau jika ditimbang, satu gram batu setara dengan 5 karat.(indopos/jpnn)