Pendidikan tingkat menengah merupakan tahap krusial dalam sistem pendidikan, karena tidak hanya sebagai jembatan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tetapi juga menghubungkan sistem sekolah ke dunia kerja. Karena itu sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian khusus bahkan lebih terhadap jenjang pendidikan ini. Entah dengan serentetan program maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan melihat fungsi lembaga pendidikan menengah yang cukup krusial tersebut, pemerintah menyadari perlu adanya pembangunan pendidikan pada jenjang tersebut. Segala lini atau sektor dalam jenjang pendidikan tersebut perlu benar-benar tersentuh agar terus bisa menunjukan perkembangan.

Pembangunan pendidikan menengah sendiri terdiri dari tiga kelompok yaitu, program yang berkaitan dengan perluasan dan pemerataan akses atau peningkatan angka partisipasi kasar (APK), program peningkatan mutu (kualitas proses dan mutu lulusan), dan program tata kelola (penyelenggaraan pendidikan lebih bersih dan akuntabel).

Amanat pembangunan pendidikan menengah ini mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 80 Tahun 2013 tentang Pendidikan Menengah Universal (PMU), program pendidikan adalah memberikan layanan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara Republik Indonesia. Selain itu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Surat Edaran Kemendagri Nomor 120/253/sj tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintah setelah ditetapkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Tahun 2016 ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten melalui Seksi Bina SMK pada Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi  memiliki sejumlah program unggulan untuk peningkatan kualitas SMK. Program tersebut yaitu, peningkatan mutu dan perluasan akses.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenPada program peningkatan mutu, dirancang program penyediaan fasilitas sarana peralatan praktik SMK, job matching, serta lomba kompetensi siswa (LKS) SMK. Dengan serangkaian program tersebut diharapkan main goal dari adanya lembaga pendidikan SMK yaitu lahirnya lulusan yang berkualitas bisa benar-benar terwujud.

Kepala Dindik Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi menjelaskan, penyediaan sarana peralatan praktik siswa SMK meliputi, kelistrikan, teknik mesin, tata boga, otomasi industri, dan otomotif. “Program ini ditujukan untuk menyediakan sarana alat praktek SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan program keahlian di sekolah, diprioritaskan bagi SMK Negeri. Tujuannya agar membantu SMK di Provinsi Banten yang bermutu dan mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri,” ujar Engkos.

Pemerintah sangat menyadari saat ini, lulusan yang berkualitas dengan memiliki kompetensi di berbagai bidang sudah menjadi suatu keharusan agar lulusan tersebut mempunyai daya saing di masyarakat, baik masyarakat sosial maupun masyarakat ekonomi.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenTerlebih dengan akan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana seluruh negara di Asia bisa memiliki keleluasan untuk berkiprah atau berkarir di negara lain selain negara kelahiran. Artinya, mempunyai daya saing sangat diperlukan oleh para lulusan mengingat saingan yang berasal dari luar negeri diprediksi memiliki kompetensi yang bagus di segala sektor perekonomian.

Sebagai pemerintah, Dinas Pendidikan sudah barang tentu mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing tersebut. Karena itu, melalui lembaga pendidikan dan dengan serangkaian program peningkatan mutunya, Dinas Pendidikan berusaha mewujudkan hal tersebut.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenSementara itu, pada perluasan akses disiapkan bantuan beasiswa miskin bagi 3.800 siswa SMK se-Banten, bantuan beasiswa miskin untuk melanjutkan ke SMK, serta pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMK. Dengan program ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat dan mewujudkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Program beasiswa siswa SMK ditujukan untuk siswa SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu dan memiliki prestasi baik prestasi akademik maupun non-akademik. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan akses pendidikan menengah kejuruan dan mengurangi angka putus sekolah karena faktor ekonomi,” paparnya.

Dikatakannya, untuk program beasiswa miskin untuk melanjutkan ke SMK sasaran bagi 1.000 siswa. “Tujuannya untuk membantu lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu. Serta untuk meningkatkan APK siswa SMK,” jelasnya.

Untuk pembangunan RKB, akan dilakukan bagi 43 ruang kelas yang rusak berat. Ini dilakukan tak lain untuk menyediakan sarana ruang kelas yang memadai pada SMK Negeri se-Provinsi Banten dengan tujuan untuk meningkatkan daya tampung sekolah,” ungkapnya. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)

BAGIKAN