Lumpur di depan rumah warga mengering.

SERANG – Sudah sepekan. sejak terjadinya longsor di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Senin (25/7) dini hari, sejumlah kampung di desa tersebut masih tertimbun lumpur dan material longsor lainnya. seperti pohon dan bebatuan. Bahkan longsor menyebabkan enam kampung di desa tersebut terisolir.

Kepala Desa Cikedung Arkani menuturkan, menggunakan satu unit alat berat, tenaga relawan dan masyarakat, material longsor yang berhasil dialihkan dari jalan baru di titik terparah longsor, kawasan hutan Cisalak, hingga Kampung Kalomberan.

“Sekitar berapa meter ini sudah kebuka. Sekarang sedang kerja bakti. Di bawah belum kebuka semua. Di Kalomberan sudah hampir selesai,” papar Arkani, Senin (1/8).

Menurut Arkani, sebagian besar masyarakat yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, hanya beberapa saja yang masih bertahan di SD dan SMP Satu Atap Bulakan, lokasi pengungsian.

Jumalisi, warga, menjelaskan, masyarakat dibantu sejumlah relawan mulai mengangkut material longsor yang menutupi jalan yang menghubungkan antar-kampung di desa tersebut. “Sedikit-sedikit, dengan alat seadanya, masyarakat gotong royong membuka jalan. Lumpurnya sudah kering. Sekolah juga sudah mulai masuk,” papar laki-laki yang juga bekerja sebagai guru di SD Cikedung tersebut. (Bayu)