1.000 Ban Bekas Jadi Hiasan di RT 02 Karodangan

TAKTAKAN – Ide kreatif ditunjukkan para pemuda. Ban bekas dijadikan bahan dasar untuk membuat lingkungan menjadi indah dan artistik. Tak tanggung-tanggung, di RT 02 RW 03, Lingkungan Karodangan, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, 1.000 ban mobil bekas disulap menjadi pot tanaman berbentuk bunga dan hiasan.

Ketua RT 02 Syarifudin mengatakan, ribuan ban bekas itu didapat dari pengusaha bengkel mobil di wilayah Kelurahan Sepang. Karena digunakan warga untuk mempersiapkan lingkungannya menuju penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang, Agustus nanti, pihak bengkel memberi kebijakan dengan menjualnya harga murah.

“Karena kita beritahu ban ini untuk penataan kampung, jadi dikasih harga murah,” jelas Syarifudin yang akrab disapa Udin kepada Radar Banten, Minggu (12/7).

Untuk mengangkut ribuan ban mobil belas dari bengkel ke lokasi pembuatan hiasan dan pot tanaman, warga sampai harus 13 bolak-balik. Ban-ban bekas itu kemudian dipotong-potong oleh para pemuda. Lalu dibentuk menjadi pot tanaman berbentuk bunga.

“Anak muda paling jago bikin modelnya (pot tanaman-red),” kata Udin mengakui.

Setelah berbentuk pot, giliran ibu-ibu yang mengecatnya dengan beberapa warna. Bapak-bapak lah yang bertugas memindahkan pot, setelah catnya kering dijemur seharian, ke lokasi penataan di pinggir jalan.

Ban-ban bekas ini juga dijadikan hiasan oleh pemuda dan warga. “Pokoknya, semua warga kompak ikut gotong royong,” ungkap Udin.

Tanaman yang akan digunakan, ada beberapa macam. Menurut Udin, pihaknya telah menanam banyak jenis tanaman. Dari tanaman hias, tanaman bermanfaat seperti jenis sayur dan yang bermanfaat untuk pengobatan,  hingga bunga.

Untuk melengkapi persyaratan lomba bidang administrasi, pengurus RT 02 disebutkan tengah mengurus penerbitan surat keputusan (SK) Lurah Sepang tentang kelompok sadar hukum dan kelompok pemuda penggerak lingkungan RT 02.

“Proses penataan baru 75 persen. Nanti kalau sudah dekat ke penilaian tahap kedua, kita sempurnakan,” tandas Udin.

Lurah Sepang Haeruji menambahkan, ia membebaskan penataan lingkungan RT sesuai ide dan kreativitas warga. Baginya, LRLA merupakan lomba dan hajat besar bagi warga. Jadi, apa pun urusan penataan, diserahkan kepada warga.

“Mau diapain aja kampungnya, saya serahkan ke warga. Yang penting, tetap jaga kebersihan dan keamanan,” imbau Haeruji. (mg06/don)