1.031 Ha Sawah di Serang Alami Kekeringan

Petani di Kampung Linduk, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mengambil air dari lubang yang sengaja digali untuk mendapatkan air, Senin (6/8). Di musim kemarau saat ini, para petani kesulitan untuk menanam padi karena lahan kering kerontang.

SERANG – Lahan tanaman padi seluas 1.031 hektare yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Serang mengalami kekeringan. Dari 17 kecamatan itu, Kecamatan Bandung yang paling banyak, yakni seluas 232 hektare (ha). Kekeringan itu bisa menyebabkan petani gagal panen. Selain sawah yang kering, masih ada 1.803 ha sawah yang terancam kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, saat ini mewaspadai ancaman kekeringan lahan sawah. Berdasarkan data yang dimiliki Zaldi per 1 sampai 31 Juli, luas lahan sawah yang terancam kekeringan di Kabupaten Serang mencapai 1.803 ha.

“Yang positif kekeringan seluas 1.031 hektare tersebar di 17 kecamatan. Terluas di Kecamatan Bandung mencapai 232 hektare,” ungkap Zaldi yang ditemui Radar Banten di ruang kerjanya di Benggala, Kota Serang, Senin (6/8).

Kata dia, jika sawah seluas 1.031 ha itu terus-terusan kekurangan air, maka statusnya bisa meningkat menjadi kekeringan berat atau mengalami puso. Ciri lahan pertanian kategori terancam kekeringan seperti tanah mulai retak-retak dan bibit tidak berkembang. “Lahan tidak basah termasuk terancam kekeringan,” ujarnya.

Kata Zaldi, penyebab kekeringan bukan hanya musim kemarau, tapi juga adanya kegiatan normalisasi saluran irigasi Pamarayan Utara, Pamarayan Timur, dan Pamarayan Barat. Sehingga, kebutuhan air untuk mengairi sawah tidak mencukupi. “Jika dalam waktu dekat turun hujan, data (data kekeringan-red) bisa berubah. Sebaliknya, jika tidak hujan, kemungkinan besar bisa masuk kategori kekeringan berat atau bahkan puso,” jelasnya.

Menurut Zaldi, usia padi paling rentan terkena bencana alam kekeringan, yaitu hari setelah tanam (HST) di bawah satu bulan. Untuk mengantisipasi puso atau gagal panen, pihaknya sudah melakukan upaya keras. Salah satunya meminjamkan pompa air kepada petani agar tanaman padi pada lahan sawah yang digarapnya terairi.

“Itu pun kalau daerah yang memiliki perairan,” tukasnya.

Senada disampaikan Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (KPOPT) pada Dinas Pertanian Tata Juarta. Kata dia, kebanyakan sawah di Kabupaten Serang mengandalkan pengairan dari air hujan.

“Untuk daerah selatan kebanyakan pesawahan tadah hujan, artinya hanya mengandalkan pengairan sawah dari turun hujan sehingga tingkat kekeringannya tinggi,” katanya.

Sementara sawah yang tidak mengalami kekeringan tersebar di kawasan Serang Barat, antara lain Kecamatan Bojonegara, Puloampel, Waringinkurung, Mancak, Pabuaran, Ciomas, Gunungsari, dan Baros. Dua kecamatan di Serang Timur, yakni Kecamatan Pamarayan dan Ciruas juga aman dari kekeringan. (Adi/RBG)