1.500 Warga Dapat Bansos, Wagub: Jangan Beli Barang Konsumtif

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengimbau para penerima program bantuan sosial (bansos) jaminan sosial rakyat Banten bersatu (jamsosratu) agar tidak menggunakan dana bantuan itu untuk membeli barang konsumtif.

Hal tersebut diungkapkan Andika pada launching kartu multiguna Provinsi Banten dan penyaluran bansos jamsosratu tahun 2018 di Gelanggang Olahraga Ciceri, Kota Serang, Selasa (28/8).

Pada acara tersebut, secara simbolis Andika menyerahkan kartu ATM dan buku tabungan Bank Banten kepada perwakilan ibu rumah tangga penerima program di Kota Serang. Andika juga turun langsung mengajari sejumlah ibu penerima jamsosratu mengambil uang di mobil ATM Bank Banten yang terparkir di halaman stadion. Bank Banten merupakan bank penyalur bansos jamsosratu di Kota Serang yang ditunjuk Pemprov Banten.

Andika saat memberikan sambutan mengatakan, program bansos jamsosratu bentuk komitmen dan sinergi antara Pemprov Banten dengan pemerintah pusat dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Tahun ini Pemprov Banten menyalurkan sebesar Rp57,59 miliar dengan penerima sebanyak 29.412 rumah tangga sasaran (RTS). “Memang berkurang dibandingkan tahun sebelumnya karena Pemprov Banten tahun ini sedang punya prioritas pembangunan di sektor lain,” ujarnya.

Meski begitu, Andika berjanji, Pemprov akan kembali menaikkan jumlah penerima jamsosratu mulai tahun depan karena dirinya sudah mendengar sendiri manfaat yang dirasakan penerima jamsosratu. “Gunakan untuk keperluan sekolah anak, beli buku, beli seragam, jangan sampai untuk beli barang konsumtif,” katanya.

“Karena memang tujuan bantuan ini adalah untuk membantu upaya keluarga miskin di Banten berdaya, dengan membantu agar anak-anaknya bisa sekolah, keluarganya bisa sehat,” sambung Andika.

Pada kesempatan tersebut, dibagikan bansos jamsosratu kepada 1.500 RTS penerima bansos jamsosratu se-Kota Serang. Sama dengan penerima di kabupaten kota lainnya, tahun ini mereka mendapatkan bantuan Rp1.665.000 yang diberikan dalam dua tahap pencairan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengatakan, penyaluran bansos mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial secara Nontunai. “Kami melaksanakan penyaluran bantuan sosial melalui mekanisme nontunai melalui lembaga perbankan, di mana bantuan sosial yang diberikan langsung ke rekening para penerima,” katanya.

Selain Bank Banten, kata Nurhanah, pihaknya juga menggandeng Bank bjb untuk penyaluran jamsosratu di Lebak, Pandeglang, dan wilayah Tangerang. Ia menjelaskan, gerbang pembayaran nasional (GPN) yang disebut juga national payment gateway merupakan terobosan pemerintah untuk menghapus sekat-sekat yang selama ini diciptakan melalui peraturan dari masing-masing bank. “Dengan GPN, transaksi dapat dilakukan di seluruh perbankan. Cetakan kartu multiguna versi GPN terbaru akan disematkan logo gerbang pembayaran nasional,” katanya. (Fauzan D/RBG)