1 PDP di Cilegon Meninggal Dunia

CILEGON – Satu warga Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia, Selasa (7/4), di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

Perempuan berusia 64 tahun itu dinyatakan telah wafat pada pukul 10.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dr Arriadna menjelaskan, kendati berstatus sebagai PDP, almarhumah telah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani tes Swab dan PCR Sars Covid-2 di RSKM Cilegon.

“Sudah dinyatakan negatif Covid-19 sejak 3 April lalu, pasien ini menderita penyakit struk,” ujar Arriadna saat menggelar keterangan pers bersama Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon dr Prijo Wahjuana, Dandim Cilegon Letkol Arm. Rico Ricardo Sirait, dan Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana di kantor Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Sandi (DKISS) Kota Cilegon, Selasa (7/4).

Kendati negatif Covid-19, proses pemulasaran jenazah menggunakan protokol Covid-19, hal itu dilakukan karena status PDP pada almarhumah belum dicabut.

Dengan telah dinyatakan negatif Covid-19, Arriadna berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada keluarga almarhumah. Ia berharap masyarakat tidak khawatir dan bersikap berlebihan.

Ia pun menganjurkan kepada keluarga almarhumah untuk melakukan isolasi diri di rumah agar petugas medis dari Puskesmas Merak bisa memantau keadaan keluarga tersebut.

Untuk memotong penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon, ia pun berharap agar masyarakat untuk tetap mengikuti intruksi yang telah dikeluarkan oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk tetap di rumah, menjalankan pola hidup bersih dan sehat, gerakan masyarakat sehat, dan menggunakan masker saat keluar rumah.

“Tidak harus menggunakan masker untuk tenaga medis, bisa menggunakan masker kain,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon dr Prijo Wahjuana menjelaskan kronologis sejak almarhumah dinyatakan sebagai PDP hingga meninggal dunia.

Dijelaskan Prijo, almarhumah datang ke RSKM pada 29 Maret lalu, kemudian langsung menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi almarhumah saat itu mengarah kepada PDP. Karena itu, pihak RSKM langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Cilegon.

Setelah hasil koordinasi, disepakati agar almarhumah dirujuk ke RSU Banten sambil menunggu hasil tes Swab dan PCR Sars Covid-2 keluar.

“Di sana (RSU Banten) dirawat selama tujuh hari sampai menunggu hasil keluar,” ujar Prijo.

Setelah hasil tes menyatakan almarhumah negatif Covid-19, pihak RSU Banten pun menyarankan agar perawatan dilanjutkan di RSKM agar tidak tertular virus tersebut.

Dengan adanya pertimbangan tersebut, pada Minggu (5/4) lalu almarhumah kembali di rawat di RSKM dengan status masih sebagai PDP.

“Hari ini, sekira pukul 10.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Karena status PDP masih melekat pada almarhumas, sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), proses pemulasaran jenazah menggunakan protokol seperti pasien yang positif Covid-19. (Bayu Mulyana)