10 Hektare Sawah di Tunjungteja Terendam

TUNJUNGTEJA – Sekira 10 hektare sawah di Blok Cae dan Blok Cigobang, Desa Bojongpandan, Kecamatan Tunjungteja terendam. Saluran air menuju Kali Cisangu tersendat lantaran gorong-gorong tersendat.

Pantauan Radar Banten, Kamis (26/12) siang di Desa Bojongpandan, tidak ada aktivitas petani di sawah. Sebagian besar sawah tampak tergenang air.

Subarta, petani di Desa Bojongpandan mengaku sudah tiga hari tidak melakukan kegiatan bertani seperti biasa. “Sawahnya banjir, petani juga enggak bisa apa-apa,” kata Subarta kepada Radar Banten di Kantor Desa Bojongpandan.

Dijelaskan Subarta, sebenarnya pihak pembangunan tol Serang-Panimbang sudah membuat dua gorong-gorong untuk saluran air dari sawah ke Kali Cisangu. Namun letak gorong-gorong lebih tinggi dari dataran sawah. “Jadi airnya enggak ngalir. Gorong-gorongnya ketinggian,” kata Subarta.

Selain itu, hujan yang mengguyur wilayahnya selama tiga hari yakni Minggu, Senin dan Selasa membuat debit air yang menggenangi areal persawahan semakin bertambah. “Ini baru tiga hari sudah banjir, gimana kalau seminggu, wah pasti ngerusak rencana tanam padi,” katanya.

Padahal, Subarta dan petani lainnya sudah menyewa mesin traktor dan sedang menyiapkan bibit. Rencananya padi akan ditanam awal Januari. Para petani khawatir kalau lahan sawah mereka terendam bakal membuat masa tanam gagal. “Pasti kita bakal rugi besar, modal sudah keluar kalau telat masa tanam kan repot,” keluhnya. (Haidar)