10 Kecamatan di Pandeglang Terendam Banjir, 2 Desa Longsor

Net. Banjir di Pandeglang terjadi sejak Rabu lalu

PANDEGLANG – Tercatat, sekitar 1.663 rumah penduduk yang berada di 10 kecamatan di Pandeglang dilanda banjir yang terjadi sejak dari Rabu lalu. Ribuan rumah ini berada di Kecamatan Saketi, Bojong, Picung, Pagelaran, Labuan, Sobang, Patia, Sukaresmi, Panimbang dan Munjul.

Banjir merendam rumah 190 Kepala Keluarga (KK) di Desa Suklangu, Desa Majau dan Desa Langansari dengan kedalaman antara 50 sampai 70 sentimeter. Sementara di Kecamatan Labuan, rumah 456 KK di Desa Kalanganyar terendam dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter.

Di Kecamatan Pagelaran tepatnya Desa Pagelaran dan Desa Sukadame, rumah 136 KK terendam dengan kedalaman 140 sentimeter. Kecamatan Sukaresmi sebanyak 232 KK, meliputi Desa Cikuya, Kubangkampil, Sukaresmi, Perdana dan Desa Cibungur kedalaman 130 sentimeter.

Di Kecamatan Munjul, banjir setinggi 120 sentimeter menimpa 335 KK di Desa Suaseba dan Desa Kotadukung. Di Kecamatan Sobang rumah sebanyak 80 KK tepatnya Desa Bojen dan Desa Teluk Lada dilanda banjir dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Sedangkan di Kecamatan Patia sebanyak 234 KK yang berada di Desa Surianeun, Ciawi dan Desa Idaman, terendam dengan kedalaman sekitar 160 sentimeter.

Camat Panimbang, Agus Amin Mursalim mengungkapkan saat ini, sejumlah warga mulai mengungsi dengan mendirikan tenda di ruas jalan Surianeun-Patia, tepatnya di Kampung Eretan, Desa Surianeun. “Bencana banjir kali ini merendam lima desa ; antara lain Desa Panimbangjaya, Mekarjaya, Gombong, Mekarsari dan Desa Citeureup. Di lima desa itu, ada sebanyak 257 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam,” paparnya, beberapa waktu lalu.

Terpisah, Danramil Kecamatan Mandalawangi, Kapten (Inf) Muhamad Darmawan, mengatakan berdasarkan hasil pantauannya, pekan ini longsor terjadi di dua titik yakni di Kampung Pasir Angin, Desa Cikubueun dengan kedalaman longsor sekitar 6 meter dan Kampung Kadu Pedang, Desa Ramea dengan kedalaman longsor sekitar 25 meter.

“Di dua titik yang terjadi longsor tidak ada korban jiwa karena lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Hanya saja, tanah dan pohon telah menutupi jalan poros desa. Kalau di Kampung Pasir Angin, tidak terlalu parah dan sudah kami tangani mulai dari pohon yang tumbang. Tanah yang menutupi jalan pun mampu disingkirkan,” ujarnya.

Pihaknya merasa kesulitan melakukan penanganan di salah satu titik, yakni di Kampung Kadu Perang. Lokasi longsor di sana di atasnya pesawahan. Lumpur pesawahan yang terbawa longsoran telah menutupi sepanjang jalan dengan kedalaman diperkirakan 30 meter. Pihaknya masih menunggu hujan reda untuk menyingkirkan lumpur tersebut. (bbs/RBOnline)