11 Hari, Tujuh Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Banten

0
1.345 views
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Djati Utomo

CILEGON – Selama 11 hari pelaksanaan Operasi Ramadniya Kalimaya 2017 terhitung mulai dari tanggal 19 sampai 29 Juni telah terjadi sebanyak 34 kasus kecelakaan lalu lintas di Banten. Dari angka tersebut sebanyak tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.

Direktur Lalu Lintas Polda Banten Komisaris Besar Tri Julianto Djatiutomo mengatakan, hingga Kamis kemarin angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Operasi Ramadniya di tahun 2017 menurun jika dibandingkan tahun 2016 lalu. “Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sebanyak 46 kasus. Tahun 2017 ini sebanyak 34 kasus. Penurunannya 12 persen,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Merak, Jumat (30/6).

Djati berharap sampai dengan selesai Operasi Ramadniya 2017 pada 4 Juli nanti angka kecelakaan lalu lintas tidak akan lebih banyak dibandingkan tahun 2016 lalu. “Kerugian materi juga menurun pada tahun 2017 ini. Tahun 2016 kerugian materi dari kecelakaan lalu lintas mencapai Rp. 330.300.000. Tahun 2017 sebanyak Rp. 260.300.000,” ucapnya.

Dipaparkannya, dari 46 kasus kejadikan kecelakaan lalulintas di tahun 2016 sebanyak 11 orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 65 orang luka ringan. “Tahun 2017 dari 34 kasus kecelakaan lalu lintas, 7 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, 52 orang luka ringan,” ujarnya.

Kepada pengendara kendaraan yang melintasi jalur lalu lintas di Provinsi Banten, Djati mengingatkan ada 8 sampai 10 titik rawan kecelakaan di jalur arteri yang diantaranya di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Tangerang dan 2 titik di jalan tol. “Sudah kita antisipasi. Tapi kalau di tol bukan tanggung jawab Polda Banten itu kewenangannya korlantas pjr, di hari raya kita hanya membantu,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)