11 Jabatan Eselon II Pemprov Banten Kosong

SERANG – Jabatan eselon II di lingkup Pemprov Banten akan kembali kosong. Ada tujuh jabatan eselon II yang kosong, empat di antaranya sedang dalam proses open bidding atau seleksi terbuka, sedangkan tiga lainnya masih kosong. Sementara ada empat pejabat lain yang memasuki masa pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, ada empat pejabat eselon II Pemprov Banten yang akan pensiun November nanti. “Ya sebentar lagi ada yang pensiun,” ujar Komarudin, Jumat (13/9).

Komarudin mengungkapkan, empat pejabat yang sudah dan akan pensiun itu, yakni Asda II Pemprov Banten Ino S Rawita, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Hadi Suryadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ali Fadillah.

Kata dia, Ino per 1 September sudah tidak mengantor lagi. “Sedangkan tiga lainnya menyusul,” tuturnya.

Diketahui, tiga posisi jabatan lagi yang belum terisi, yakni Asda I, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Meski jabatan Asda II sudah kosong, Komarudin mengatakan, hingga kini Pemprov belum menunjuk siapa yang diamanatkan untuk mengemban amanah sebagai pelaksana tugas (plt).

Kata dia, empat posisi yang sudah diseleksi terbuka dan tiga posisi yang masih kosong segera akan diisi melalui skema lelang jabatan atau open bidding.

Saat ini, tambah Komarudin, Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Banten sudah mengusulkan tiga besar nama calon JPT Pratama ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Empat jabatan eselon II itu, yakni kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kepala Biro Bina Perekonomian, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dan direktur UPT RSUD Provinsi Banten.

Sedangkan, Asda III Provinsi Banten Samsir membenarkan, Ino tak lagi menjabat sebagai Asda II. Namun, alasan kekosongan dari laporan yang diterimanya dikarenakan Ino telah berpindah instansi dari Pemprov Banten ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ino kini telah menjadi dosen Untirta Serang.

Dengan peralihan kepegawaian tersebut, ia mengatakan, masa pensiun Ino menjadi lebih panjang lima tahun. Kalau di pemerintahan batas usia pensiun eselon II sampai 60 tahun. Sementara untuk dosen di perguruan tinggi negeri sampai 65 tahun. (nna/air/ira)