113 Pelamar ASN Lakukan Sanggah, Tiga Orang Dikabulkan

CILEGON – Sebanyak 113 pelamar calon aparatur sipil negara (ASN) melakukan sanggah kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon. Hal itu sebagai reaksi atas keputusan BKPP yang tidak meloloskan pelamar yang dianggap tidak memenuhi syarat administrasi.

Diketahui, BKPP Kota Cilegon sebelumnya mengumumkan sebanyak 4.548 peserta seleksi calon ASN yang dinyatakan lolos administrasi. Data BKPP menunjukkan, dari 4.824 pelamar ASN yang telah mendaftar dan melampirkan berkas persyaratan, terdapat 276 peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian Pembinaan Kesejahteraan dan Administrasi pada BKPP Kota Cilegon Budhi Mustika menjelaskan, sejumlah hal yang disanggah oleh ratusan pelamar itu di antaranya indeks prestasi kumulatif 2,5 yang dinilai cukup tinggi, jurusan kuliah seharusnya sudah sesuai dengan formasi yang dilamar, dan terjadi kesalahan saat proses unggah ijazah. “Jadi sejumlah peserta meminta kebijksanaan,” ujar Budhi, Jumat (27/12).

Setelah menerima sanggahan dari ratusan peserta tersebut, hasilnya, sebanyak tiga orang yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat dinyatakan memenuhi syarat oleh BKPP dan bisa mengikuti tahap selanjutnya, yaitu tes seleksi kompetensi dasar (SKD). “Setelah diteliti kembali rupanya berkas beliau-beliau ini sudah sesuai sehingga dari TMS menjadi MS statusnya,” ujar Budhi.

Budi melanjutkan, dengan ketetapan tersebut, jumlah pelamar ASN yang akan mengikuti tes SKD bertambah menjadi 4.551 orang. Rencananya, tes SKD akan dilakukan pada Februari 2020 mendatang. Menurut Budhi, saat ini pihaknya sedang menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Cilegon Mahmudin menuturkan, sesuai dengan tahapan seleksi calon ASN yang telah ditetapkan, usai masa sanggah, BKPP pun langsung melaporkan hasil masa sanggah ke sistem rekrutmen untuk dimasukkan ke dalam database BKN. “Sekarang Kami sedang melakukan persiapan tes SKD, langkah pertama adalah melayangkan surat ke BKN,” ujar Mahmudin.

Menurut Mahmudin, melalui surat itu, BKPP menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan tes SKD  pada awal Februari 2020. Rencananya, tes SKD akan digelar di Hotel Grand Mangku Putera (GMP) Cilegon, Kecamatan Cibeber. Hotel itu dipilih karena dinilai telah memenuhi sejumlah persyarakat serta kelaikan sebagai lokasi penyelenggaraan tes SKD.

Lebih terperinci Mahmudin menjelaskan, dipilihnya Hotel GMP karena hotel yang berada dekat dengan pintu Tol Cilegon Timur itu memiliki ruang aula yang luas dan memadai untuk menampung 200 unit komputer yang akan digunakan tes.

Kemudian, hotel itu pun mempunyai sejumlah ruang yang berfungsi sebagai ruang tutorial, ruang panitia, dan server. Selain itu, lanjut Mahmudin, lokasi GMP pun dinilai strategis dan mudah diakses. “Tes akan ada dua kali, pertama SKD rencananya Februari, untuk SKB rencananya awal April,” papar Mahmudin. (bam/ibm/ags)