Kapal Feri KM Lestari Maju yang dikabarkan kandas di perairan Selayar, Selasa (3/7). (Istimewa)

SULSEL – KMP Lestari Maju yang kandas di perairan Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Selasa (3/7) sekitar pukul 14.30 WITA, menyebabkan sedikitnya 12 penumpang meninggal dunia.

“Hari ini antara pihak Polres Selayar dan Basarnas, kita telah berkoordinasi terakhir, update data ada 12 orang yang meninggal dunia. Termasuk di dalamnya ada 1 orang anak bayi,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dalam keterangan pers di Makassar, Selasa (3/7) malam, yang dikutip dari JawaPos.com.

Korban yang meninggal dunia ini disebutkan rata-rata lantaran tidak bisa berenang sewaktu menyelematkan diri pasca lambung kapal diduga mengalami kebocoran. “Ini belum bisa kita pastikan berapa orang yang selamat dan berapa orang lagi yang meninggal dunia, karena data ini pasti akan terus bertambah. Tim juga sementara masih berkerja melakukan evakuasi di lapangan,” sebut Dicky.

Berdasarkan hasil penelusuran data manifest, penumpang yang ada di dalam kapal tersebut berjumlah 139 orang, 48 kendaraan bermotor baik roda 4 maupun roda 2.
“Kebanyakan kendaraan roda 4 ini tidak bisa diselamatkan. Karena sudah terjebak di laut dan sudah dalam kondisi kemasukan air karena lambungnya bocor,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Dicky tim gabungan Basarnas dan kepolisian masih melakukan proses evakuasi dan pendataan korban-korban lanjutan yang menjadi penumpang di kapal itu.

Pihaknya pun telah menerjunkan langsung tim DVI Biddokes Polda Sulsel untuk melakukan pendataan melalui pembukaan posko antemortem, bagi keluarga korban yang menjadi penumpang di kapal tersebut.

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan buka suara soal tenggelamnya KMP Lestari Maju di Sulawesi Selatan. Mereka menegaskan bahwa kapal tersebut sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar.

“Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba menyebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk, dan oleh nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus Purnomo di Jakarta, Selasa (3/7).

“Kapal KMP Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar,” kata Agus.

Kapal Feri KM Lestari Maju yang dikabarkan kandas di perairan Selayar, Selasa (3/7). (Istimewa)

Sebelumnya, kapal penyeberangan KMP Lestari Maju dikabarkan tenggelam di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA.
Saat ini proses evakuasi terus dilakukan oleh kapal-kapal nelayan dan tim evakuasi dari Basarnas. Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi, sedangkan sebagian lagi masih di atas kapal. Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa.

Adapun kapal KMP Lestari Maju tersebut membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit, dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit, dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

“Seluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan (life jacket) serta telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari nakhoda dibantu kru kapal,” tutup Dirjen Agus.

KMP Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata. Kapal dengan panjang 48,48 meter dan lebar 16,50 meter serta berat GT. 1519 berbahan dasar baja memiliki jumlah geladak 1 buah, jumlah baling-baling 2 buah, serta daya mesin sebesar 650 HP. (rul/ce1/hap/JPC/JPG)