12 Tenaga Ahli Terkurung di Tiongkok, Proyek KS Terhambat

Para karyawan PT Krakatau Steel, Kota Cilegon, saat keluar dari pabrik di Kawasan Industri, Kota Cilegon, Kamis (20/6).

CILEGON – Akibat wabah virus corona, proyek pembangunan pabrik HSM 2 milik PT Krakatau Steel (KS) terhambat. Ini karena sebanyak 12 tenaga ahli asal Tiongkok masih terkurung di negaranya akibat larangan terbang ke Indonesia yang dikeluarkan pemerintah pusat.

General Security dan General Affair PT KS Zainal menjelaskan, guna meningkatkan produksi baja, saat ini PT KS sedang membangun pabrik HSM 2, progres proyek tersebut kini mencapai 90 persen. “90 persen menuju finishing ini terkendala ahli yang tidak boleh penerbangan akibat virus corona, 12 tenaga ahlinya tertahan,” ujar Zainal.

Menurutnya, 12 tenaga ahli itu mempunyai peranan penting dalam proses tahapan akhir pembangunan pabrik tersebut karena TKA tersebut yang memahami teknologi yang digunakan pada proyek pabrik tersebut.

Awalnya, pekan ini direncanakan TKA yang pulang untuk mengisi libur Imlek tersebut dijadwalkan akan kembali ke Kota Cilegon untuk melanjutkan proses akhir pembangunan pabrik. Tiket sudah disiapkan, tetapi pada Senin (3/2) lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang penerbangan dari Tiongkok.

Dengan peristiwa itu, kata Zainal, perusahaan mengalami kerugian waktu karena dengan terhambatnya kedatangan tenaga ahli asal Tiongkok tersebut, proses finishing pun mengalami terhambat. “Kalau secara finansial belum diperkirakan, yang jelas rugi waktu,” tuturnya.

Pernyataan Zainal pun diperkuat oleh Project Manager PT KS Sri Haryanto saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektor kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel corona virus di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (5/2).

Menurutnya, tenaga ahli sebanyak 12 orang asal Tiongkok tertahan akibat wabah virus corona, proyek milik PT KS pun mengalami hambatan. Target rampung pada April pun diprediksi tidak akan tercapai. “Sebanyak 12 TKA tersebut sudah lama mengerjakan proyek tersebut. Namun, untuk mengisi Imlek, mereka memutuskan untuk pulang ke negaranya,” katanya.

Sebelum rencana pelarangan pesawat asal Tiongkok dikeluarkan pemerintah, PT KS telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon untuk mengarantina belasan TKA tersebut saat tiba di Kota Cilegon. “Tapi keburu ada larangan, informasinya 12 orang itu sehat, tidak terjangkit virus itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, dari 12 TKA itu, hanya satu orang yang berasal dari Wuhan, selebihnya berasal dari kota lain yang cukup jauh dari Wuhan. Menyikapi persoalan tersebut PT KS saat ini sedang mencari rencana lain agar dampak dari persoalan tersebut tidak terlalu besar. “Mungkin mendatangkan tenaga ahli dari Jerman atau India,” ujarnya. (bam/ibm/ags)