SERANG – KONI Banten melepas 13 atlet Banten yang akan berlaga di SEA Games yang dihelat di Malaysia pertengahan bulan Agustus. Selain melepas 13 atlet, 2 pelatih yakni Rusdi Amir dan Luckman dari cabang ski air juga ikut mendampingi Rossi Amir, atlet ski air.

Atlet yang ikut SEA Games antara lain Budiman Holle dari atletik. Untuk cabang futsal, Banten mengirim 5 pemain putrinya yakni Anggi, Citra, Maulina, Rani, Fitriya, dan Susi Susanti. Untuk cabang Muaythai Madlani, sementara untuk atlet layar Kirana, hoki lapangan diwakili Fikri, Equestrian ada Kurniadi Mustopo dan Wilbert.

Ketua KONI Banten Hj. Rumiah Kartoredjo berharap atlet Banten yang mewakili Merah Putih di Malaysia ini bisa mengharumkan Indonesia. Apalagi atlet yang diterjunkan misalnya Rossi Amir merupakan peraih medali emas SEA Games di Singapura.

“Potensi atlet Banten untuk meraih medali terbuka lebar. Saya yakin mereka mampu meraih medali. Kami juga memberikan uang saku untuk atlet,” kata dia.

Dengan terpilih atlet Banten ke SEA Games ini merupakan keuntungan bagi Banten untuk persiapan menghadapi PON Papua 2020. Atlet ini akan dipersiapkan untuk bisa mendulang medali nantinya.

“Mereka terus digembleng oleh pelatih pelatih yang berpengalaman. Saya berharap atlet Banten ini bisa mengambil hal positif dan nantinya bisa berprestasi di PON Papua,” imbuhnya.

Pelatih ski air Rusdi Amir menuturkan, ia optimistis Rossi bisa mempertahankan prestasinya di Malaysia. Berdasarkan hasil latihan menunjukkan perkembangan yang bagus. Ia yakin saat berloma nantinya performa Rossi akan jauh bagus.

“Kami telah melihat peta kekuatan negara lainnya. Saat ini yang menjadi pesaing kami adalah Malaysia, Singapura dan Thailand. Kami kerap bertemu mereka. Kami sudah pahami mereka,” tegasnya.

Masih dalam acara pelepasan, atlet atletik Budiman Holle berharap dirinya mampu mengibarkan Merah Putih di Malaysia. Kini dirinya sedang berusaha meningkatkan performanya agar bisa berjaya di Malaysia.

“Saya mohon doa restunya semoga bisa mengharumkan Banten dan Indonesia di pentas internasional,” tutup dia. (Aris Maulansyah)