13 Hotel di Anyar Tutup

0
1.190 views
Hotel The Acacia di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka yang ditutup akibat sepi pengunjung dampak pandemi Covid-19, Minggu (12/4).

SERANG – Sebanyak 13 hotel di kawasan objek wisata Anyar-Cinangka tutup akibat pandemi corona virus disease (Covid-19). Penutupan tempat hunian itu dipicu sepinya pengunjung sehingga tidak bisa menutup biaya operasional.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi General Manager (AGM) Hotel Anyar-Cinangka Abdul Gofur kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Minggu (12/4). Berdasarkan catatan Gofur, belasan hotel yang ditutup itu di antaranya penginapan Pondok Club Bahari, Puri Retno, dan My Pisita Anyer Resort. Selengkapnya lihat grafis.

Gofur mengatakan, belasan hotel di kawasan objek wisata Anyar-Cinangka tutup sejak Maret dan April 2020. Dijelaskan Gofur, alasan ditutupnya hunian karena sepi pengunjung. Menurutnya, pandemi Covid-19 memperparah kondisi dan situasi di kawasan wisata Anyar-Cinangka. Padahal, kata Gofur, pengusaha perhotelan di kawasan Anyar-Cinangka belum pulih dari dampak tsunami dan gempa selama dua tahun. “Kunjungan hotel sepi, tidak ada tamu. Makanya tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya

Diungkapkan Gofur, 13 hotel yang tutup itu mempekerjakan 345 karyawan. Selama hotel tutup, para karyawan terpaksa harus dirumahkan. “Sebagian hotel lainnya memberlakukan 15 hari kerja dalam satu bulan, jadwalnya digilir,” terangnya.

Gofur mengakui, pihaknya belum mempunyai program sebagai solusi untuk menarik kunjungan wisatawan selama masa pandemi Covid-19. “Untuk membiayai kebutuhan operasional, kita menggunakan dana cadangan sebelumnya,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang R Setiawan yang dimintai tanggapan soal tutupnya belasan hotel di kawasan Anyar mengaku, belum menerima laporan terkait karyawan hotel yang dirumahkan. “Laporan administrasinya belum ada ke dinas,” ujarnya.

Disinggung soal adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri, Setiawan juga mengaku sampai saat ini belum menerima laporan. Ia hanya mengungkapkan adanya laporan 38 karyawan PT Conch Cement yang dirumahkan. “Yang dirumahkan itu, soal gajinya dikembalikan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan,” jelasnya. (jek/zai/ags)