13 Perusahaan di Banten Dapat Rapor Merah

0
566 views

SERANG – Dari 145 perusahaan yang mengikuti penilaian peringkat (proper) test, sebanyak 13 perusahaan di Banten masuk dalam kategori merah atau buruk karena tidak dapat melakukan komitmen pengelolaan limbah industri secara baik. Jumlah tersebut merupakan hasil dari penilaian peringkat (proper) kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2015-2016.

Proper merupakan penilaian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenai ketaatan suatu perusahaan dalam penataan lingkungan hidup setiap tahun. Kualifikasi pengujian proper dikhususkan bagi perusahaan yang wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), perusahaan tujuan ekspor, dan perusahan terbuka. Termasuk perusahaan yang secara sukarela mendaftarkan perusahaannya untuk diuji proper guna menjadi alat bersaing.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten Husni Hasan mengatakan, dari 145 perusahaan yang mengikuti proper test, sebanyak 44 perusahaan didelegasikan kepada Provinsi, dan sebanyak 101 perusahaan masih tetap dalam naungan KLHK.

“Nah dari 44 perusahaan, terdapat empat perusahaan yang mendapat rapor merah dari Provinsi, serta sembilan perusahaan yang mendapat rapor merah dari 101 perusahaan yang dinilai oleh kementerian (KLHK). Jadi jumlah keseluruhan yang mendapat rapor merah sebanyak 13 perusahaan,” katanya usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Banten, Senin (16/1).

Sementara itu, lanjut dia, dari 13 perusahaan yang mendapat rapor merah tersebut, paling banyak perusahaan yang berasal dari Kabupaten Tangerang. “Rapor merah itu diberikan karena faktor lingkungan. Nah bagaimana perusahaan itu melaksanakan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan. Kemudian ada isian-isian yang harus mereka kerjakan, namun mereka tidak juga melaksanakan, maka mau tidak mau mereka harus menerima rapor merah seperti itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, di samping rapor merah terdapat juga perusahaan yang mendapatkan rapor hijau. “Sejak tiga tahun lalu, hanya tiga perusahaan yang mendapat predikat hijau, namun per Januari 2016, terdapat tujuh perusahaan yang mendapat predikat hijau,” ungkapnya. (Wirda)